Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen, yaitu protein yang membantu menjaga struktur dan kesehatan kulit. Mengkonsumsi jambu biji dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.
7. Membantu menjaga kadar gula darah
Serat dalam jambu biji utuh dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan jumlah jambu yang dikonsumsi, terutama jika dibuat menjadi jus dengan tambahan gula.
8. Membantu memenuhi kebutuhan kalium
Jambu biji juga mengandung kalium, mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membantu kerja saraf dan otot serta menjaga keseimbangan cairan.
BACA JUGA:5 Provinsi dengan Kasus ISPA Tertinggi di Indonesia, Wilayahmu Termasuk?
Bahaya dan Efek Samping Jambu Biji Merah
Pada dasarnya, jambu biji merah aman dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, pada sebagian orang, konsumsi terlalu banyak dapat menimbulkan beberapa keluhan pencernaan.
1. Dapat menyebabkan gangguan pencernaan
Kandungan serat yang cukup tinggi dapat membuat sebagian orang mengalami perut tidak nyaman, terutama jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak atau tubuh belum terbiasa dengan makanan tinggi serat.
2. Dapat menyebabkan kembung
Asupan serat yang tinggi dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan. Akibatnya, sebagian orang mungkin mengalami kembung atau begah setelah mengkonsumsi jambu biji dalam jumlah berlebihan.
3. Perhatikan cara mengolahnya
Jambu biji yang dibuat menjadi jus dengan tambahan gula dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan gula dan kalori. Karena itu, sebaiknya batasi penggunaan gula tambahan dan, jika memungkinkan, konsumsi jambu biji dalam bentuk buah utuh.
BACA JUGA:Jangan Dianggap Diremeh, Ini Bahaya Sering Makan Makanan Pedas
4. Jangan menganggapnya sebagai pengganti pengobatan