Hutan Terbakar, Masa Depan Indonesia Ikut Terbakar

Senin 24-08-2026,19:12 WIB
Reporter : Nico Relius
Editor : Septi Fitriani

Karhutla Bukan Sekadar Api dan Asap, tetapi Ancaman Seratus Tahun bagi Generasi Mendatang

Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.

Pakar Kebijakan Publik Bidang Kehutanan, Lingkungan dan Pertanian

Ada sebuah kenyataan yang sering kita lupakan: api dapat dipadamkan dalam hitungan jam atau hari, tetapi hutan yang rusak mungkin membutuhkan puluhan bahkan hingga seratus tahun untuk pulih.

BACA JUGA:Polstat STIS Buka Pendaftaran! Siap Menerima Generasi Emas Indonesia

Karena itu, ketika kita melihat berita kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah Indonesia, jangan hanya melihatnya sebagai berita tentang api, asap dan hektare lahan yang terbakar.

Kita harus melihatnya sebagai alarm keras tentang masa depan lingkungan Indonesia.

Pemberitaan Tirto.id yang mengangkat pandangan sejumlah profesor dan pakar tentang pemulihan hutan pascakarhutla yang dapat membutuhkan waktu hingga 100 tahun seharusnya menjadi momentum untuk mengubah cara pandang kita.

BACA JUGA:Dari Limbah Dapur Menjadi Pupuk Cabai! Begini Cara Memanfaatkan Kulit Bawang

Karhutla bukan sekadar pohon yang terbakar

Ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya batang dan daun.

Kita kehilangan habitat satwa, keanekaragaman hayati, kesuburan tanah, kemampuan hutan menyimpan air, fungsi perlindungan daerah aliran sungai, serta kemampuan ekosistem menyerap karbon.

BACA JUGA:Apa Pentingnya Vitamin D Bagi Tubuh? Simak Penjelasannya Berikut

Masyarakat pun ikut menanggung akibatnya.

Asap mengganggu kesehatan. Aktivitas sekolah dan ekonomi dapat terganggu. Pertanian terkena dampak. Pariwisata menurun. Bahkan dalam skala besar, karhutla dapat memberikan tekanan ekonomi dan sosial yang jauh lebih mahal daripada biaya pemadamannya.

Kategori :