“Katakanlah kamu mengumpulkan 100 pounds (sekitar 45 liter) air di stasiun. Kamu kehilangan dua pon dan 98 persen lainnya terus berputar-putar. Menjaga agar tetap berjalan adalah pencapaian yang cukup luar biasa. Jika memikirkan orang lain meminum air seni mereka menyebabkan kamu muntah, jangan khawatir," paparnya.
Menurut Jill Williamson, manajer subsistem air ECLSS NASA, pemrosesan ini pada dasarnya mirip dengan beberapa sistem distribusi air terestrial, hanya dilakukan dalam gaya berat mikro.
“Para kru tidak meminum air seni; mereka meminum air yang telah diambil kembali, disaring, dan dibersihkan sedemikian rupa sehingga lebih bersih daripada yang kita minum di Bumi,” kata Williamson.
Ia menambahkan, sistem seperti ECLSS akan sangat penting karena NASA melakukan lebih banyak misi di luar orbit Bumi.
“Semakin sedikit air dan oksigen yang harus kita kirim, kian banyak sains yang dapat ditambahkan ke kendaraan peluncuran,” kata Williamson.
“Sistem regeneratif yang andal dan kuat, berarti kru tidak perlu khawatir tentang hal itu dan dapat fokus pada maksud sebenarnya dari misi mereka,” ucapnya memungkaskan.
Sebelumnya, NASA dikabarkan akan mengirimkan empat astronaut dalam program Artemis yang kedua pada 2024.
Artemis kedua menjadi misi berawak terjadwal pertama dari pesawat luar angkasa Orion NASA, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada November 2023.