Program ini akan membangun keberadaan yang lebih lama di bulan dengan melibatkan beberapa negara. Dalam misinya, ada empat kru yang terlibat, yaitu tiga pria dan seorang wanita asli Kanada dan Amerika Serikat.
Mereka adalah Reid Wiseman, Jeremy Hansen, Victory Glover, dan Christina Koch. Christina Koch terpilih menjadi satu-satunya astronot perempuan yang pernah ditugaskan dalam misi ke bulan.
Christina Koch memiliki pengalaman yang sangat berharga dalam penerbangan luar angkasa. Sebelumnya, dia berhasil memecahkan rekor di luar angkasa selama 328 hari dan kembali ke Bumi pada 2020 bersama dua astronot lainnya yang berasal dari Badan Antariksa Eropa. Artinya, pengalaman dari astronot wanita dengan penerbangan luar angkasa terpanjang dalam sejarah NASA.
Christina tidak hanya memecahkan rekor selama 328 hari saja, tetapi juga berhasil menyelesaikan 5.248 orbit bumi dengan menempuh jarak 223 juta kilometer atau setara dengan 139 juta mil.
Selain itu, dia juga menyelesaikan misinya dengan berhasil mencetak rekor sebanyak 6 spacewalks untuk pertama kalinya bersama astronot perempuan lain.
Saat berada di luar angkasa, Christina memiliki misi untuk bantu NASA pergi ke Mars dengan bereksperimen dan penyelidikan kekuatan vertebral yang berfokus pada membantu mengembangkan penanggulangan terhadap dampak penerbangan luar angkasa.
NASA mengatakan, Christina juga bagian dari penyelidikan sel ginjal yang mempelajari perkembangan batu ginjal dan osteoporosis di luar angkasa serta penyelidikan kristal mikrogravitasi yang dapat mengarah pada perawatan kanker lebih baik.
“Misi Koch yang diperpanjang akan memberi kesempatan pada para peneliti untuk mengamati efek penerbangan luar angkasa dalam durasi panjang,” jelasnya.