NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Budidaya maggot BSF (Black Soldier Fly) semakin banyak dilakukan karena memiliki dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, maggot dapat membantu mengurangi sampah organik yang berasal dari rumah tangga maupun pasar.
Di sisi lain, hasil budidayanya bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan dan berbagai jenis ternak.
Cara budidayanya juga tidak terlalu rumit. Dengan wadah yang sesuai, pakan organik, serta perawatan rutin, maggot bisa dipelihara bahkan dalam skala rumahan. Simak caranya berikut:
Cara Budidaya Maggot BSF
1. Persiapan media penetasan
Tahap pertama dimulai dari menyiapkan tempat untuk menetaskan telur BSF. Sekitar 5 gram telur dapat diletakkan di atas tisu dalam sebuah wadah. Bagian bawahnya diberi dedak basah sekitar 2 ons sebagai media pendukung.
Di sekeliling wadah dapat diberikan dedak kering untuk membantu mencegah larva yang baru menetas keluar. Tutup dengan kain yang berpori. Dalam kondisi lingkungan yang sesuai, telur BSF biasanya akan menetas sekitar tiga hari.
BACA JUGA:3 Pilihan Cara Membuat Minyak Kelapa, Mudan dan Lebih Sehat
2. Pemindahan baby maggot
Setelah berumur kurang lebih tujuh hari, baby maggot dapat dipindahkan ke wadah pembesaran atau biopon. Pada fase ini, kebutuhan makanan mulai meningkat karena larva tumbuh dengan cukup cepat.
Sampah organik rumah tangga atau sampah pasar dapat digunakan sebagai pakan. Sebaiknya sampah dicacah atau dihaluskan terlebih dahulu supaya lebih mudah dimakan oleh maggot.
3. Pemberian pakan
Pemberian pakan dilakukan secara rutin dengan jumlah yang disesuaikan dengan populasi dan ukuran maggot. Untuk 5 gram telur, kebutuhan sampah organik dapat mencapai sekitar 5–10 kg per hari ketika maggot sudah memasuki fase aktif makan.
Bahan organik yang digunakan sebaiknya tidak tercampur plastik, logam, bahan kimia, atau benda lain yang dapat mengganggu pertumbuhan maggot.
BACA JUGA:Tips Percaya Diri Hilangkan Gugup dan Takut saat Presentasi