Budidaya Maggot, Cara Mudah Mengubah Sampah Jadi Pakan Bernilai

Minggu 25-10-2026,17:54 WIB
Reporter : Hafidzah
Editor : Purnama Sakti

4. Perawatan maggot

Kondisi media perlu diperhatikan selama proses pembesaran. Media sebaiknya cukup lembap, tetapi tidak terlalu basah. Sisa makanan yang tidak habis juga perlu dibersihkan secara berkala agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau atau amonia.

Wadah pembesaran sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh. Maggot BSF tidak menyukai paparan cahaya yang terlalu terang, sehingga lokasi yang terlindung dari sinar matahari langsung lebih sesuai untuk proses pembesaran.

5. Pemanenan

Maggot biasanya sudah dapat dipanen ketika ukurannya cukup besar, sekitar 10–14 hari setelah menetas. Maggot yang telah dipanen dapat langsung digunakan sebagai pakan ikan, unggas, maupun ternak lainnya.

BACA JUGA: 11 Bare Minimum yang Bikin Hubungan Pernikahan Lebih Bahagia dan Langgeng

Apa Manfaatnya Sebagai Pakan Ternak?

Maggot BSF memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan. Maggot dapat digunakan untuk ikan seperti lele dan nila, serta unggas seperti ayam dan bebek.

Selain untuk pakan, maggot juga memiliki peran dalam mengurangi sampah organik. Sisa makanan, sayuran, dan bahan organik tertentu dapat dikonsumsi oleh larva sehingga jumlah sampah yang harus dibuang dapat berkurang.

Hasil samping dari proses budidaya juga dapat dimanfaatkan. Sisa media atau kotoran maggot yang sering disebut kasgot dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik untuk tanaman setelah dikelola dengan baik. Budidayanya memberikan dampak positif bagi lingkungan. 

 

Hafidzah

Kategori :