ojo bali sakdurunge patang sasi,
entuk wisik soko Hyang Widi.
Artinya kurang lebih:
Jika sungai kehilangan kedalamannya,
jika pasar kehilangan gaungnya,
jika perempuan kehilangan rasa malunya,
segeralah melakukan topo lelono,
menjelajah desa demi desa, mengetuk pintu demi pintu,
BACA JUGA:Hari Bhakti Postel ke-81 2026, Balmon Bengkulu Gelar Upacara, Tidak Sekadar Rutinitas
jangan pulang sebelum empat bulan berlalu,
hingga mendapatkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pesan ini terasa sangat dalam jika dibaca dalam konteks dakwah.
Ketika Sungai Kehilangan Kedalamannya
“Yen kali ilang kedunge.”
Sungai yang kehilangan kedalaman menjadi dangkal.