Di Negara Shahrukh Khan, Hari Valentine Diubah Menjadi Hari Memeluk Sapi

Sabtu 15-07-2023,11:01 WIB
Reporter : Tim liputan
Editor : Purnama Sakti

 

Sebuah badan perlindungan sapi, yang dikenal sebagai Rashtriya Kamdhenu Aayog (RKA), didirikan pada 2019 oleh Kementerian Perikanan, Peternakan, dan Perah.

 

Dua tahun kemudian, RKA terpaksa menunda ujian nasional "ilmu tentang sapi" tanpa batas waktu setelah kurikulum tersebut memicu kritik luas atas klaimnya yang tidak ilmiah tentang hewan tersebut.

 

Di antara beberapa klaim yang belum terbukti, ada panduan studi setebal 54 halaman menyatakan bahwa aktivitas pemotongan sapi skala besar menyebabkan gempa bumi. 

 

Menyusul naiknya Perdana Menteri Narendra Modi ke tampuk kekuasaan pada tahun 2014 di tengah gelombang nasionalisme Hindu, hewan tersebut juga semakin dipolitisasi.

 

Para kritikus mengatakan pemujaan sapi telah digunakan sebagai alat untuk mengintimidasi, melecehkan, dan bahkan membunuh umat Islam, yang mereka tuduh dalam beberapa kasus tidak menghormati hewan mamalia tersebut.

BACA JUGA:Selain Rezeki Mengalir Terus, 5 Tanggal Lahir Ini juga Jarang Sakit

 

Menurut Human Rights Watch, kejahatan main hakim sendiri terhadap sapi di India telah diabaikan atau ditutup-tutupi oleh pihak berwenang sejak Modi menjabat.

 

Selama kampanye pemilihan Modi pada 2014, dia berjanji untuk mengakhiri "revolusi merah jambu" yakni ungkapan yang dia gunakan untuk menggambarkan penyembelihan ternak.

 

Kategori :