Karena kandungan oktan yang lebih tinggi, Pertamax dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar, sehingga dapat digunakan untuk keperluan yang membutuhkan tenaga yang lebih besar, seperti keperluan industri atau pembangkit listrik.
BACA JUGA:Kesaksian Guntur Soal Sholat Bung Karno, dan 3 Kekuatan Supranatural yang Dimiliki Soekarno
Pertamax Green 95 ini sudah lebih dulu diluncurkan dibandingkan dengan Pertamax Green 92 yang direncanakan bakal menggantikan Pertalite di tahun 2024.
Pertamax Green 95 adalah BBK ramah lingkungan yang menggunakan bahan baku terbarukan yaitu Bioetanol sebanyak 5 persen.
Pertamina melalui sinergi BUMN bekerja sama dengan PT Energi Agro Nusantara yang merupakan anak usaha PT Perkebunan Nusantara X (Persero) untuk menyediakan bahan baku Bioetanol dari molases tebu yang diproses menjadi etanol fuel grade.
Pertamax Green 95 adalah sebagai upaya untuk mendorong dan menciptakan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM.
Selain itu, juga menciptakan pemerataan energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
BBM baru tersebut diklaim lebih ramah lingkungan dan memiliki kualitas yang baik dengan nilai oktan research octane number (RON) yang lebih tinggi dari Pertamax biasa.
BACA JUGA:Terbaik Dalam Pengendalian Inflasi, Gubernur Bengkulu Dapat Penghargaan dari Presiden RI