BACA JUGA:Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka, Ini Tips agar Lolos Seleksi Gelombang 62
• Stres dan Kelelahan
Stres dan kelelahan ekstrem juga dapat menyebabkan bibir berkedut. Hal ini terjadi karena respon perlawanan pada tubuh yang berada di bawah tekanan konstan mungkin terkunci sehingga membuat otot-otot di wajah mengencang.
Dalam mengatasinya, Anda bisa melakukan yoga atau meditasi dan tidur yang nyenyak sepanjang malam untuk mengurangi tingkat stres atau kelelahan agar kedutan mereda.
BACA JUGA:Manfaat Kartu Prakerja Gelombang 62, Biaya Pelatihan Rp 3,5 Juta dan Insentif Rp 600.000
• Pengaruh Alkohol dan Narkotika
Alkohol dan narkotika juga diyakini dapat menyebabkan kedutan pada wajah. Kedutan yang disebabkan oleh kedua hal ini bisa saja merupakan tanda adanya iritasi saraf.
• Spasme Hemifasial
Kejang hemifasial merupakan kejang otot yang terjadi pada satu sisi wajah. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh iritasi pada saraf yang mengontrol otot-otot wajah. Hal ini juga dapat disebabkan oleh pembulu darah atau tumor yang menekan saraf.
Dalam mengatasi spasme hemifacial, Anda mungkin bisa melakukan pembedahan atau operasi dengan dokter atau suntikan botox secara teratur juga dapat digunakan untuk membekukan otot yang terkena agar berhenti berkedut.
• Trauma
Trauma pada masa lalu juga bisa menyebabkan bibir berkedut. Misalnya, cedera pada batang otak yang mungkin telah merusak saraf wajah sehingga menyebabkan otot-otot wajah berkedut. Cedera pada otot-otot wajah juga dapat merusak saraf, yang dapat menyebabkan sinyal campuran di otak dan kedutan di daerah sekitarnya.
• Sindrom Tourette
Sindrom tourette merupakan suatu kondisi yang menyebabkan tics motorik dan bicara. Penyebab gangguan ini tidak diketahui pasti, tetapi diyakini sebagai kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan.
BACA JUGA:Atasi Banjir, Pemkot Bantu Rencana Pembuatan Kolam Retensi