Pernah Beli Semen? Pernah Tidak Perhatikan Kode OPC, PPC atau PLC? Pahami juga 13 Jenis Semen

Jumat 20-10-2023,22:52 WIB
Reporter : Tim liputan
Editor : Purnama Sakti

7. Semen Sumur Minyak atau Oil Well Cement (OWC)

Semen sumur minyak digunakan untuk grouting sumur minyak, atau yang biasa disebut sebagai penyemenan sumur minyak. Jenis semen ini terbuat dari campuran semen Portland yang ditambah dengan aditif. Semen sumur minyak harus diatur dengan lambat, dan jenis semen ini mampu menahan suhu dan tekanan tinggi dari sumur-sumur minyak yang posisinya sangat dalam.

8. Semen Anti Bakteri atau Antibacterial Cement

Semen anti bakteri diperoleh dengan mencampurkan semen Portland biasa dengan bahan yang anti terhadap bakteri. Hasilnya, jenis semen ini dapat lebih tahan terhadap pertumbuhan bakteri sehingga cocok untuk konstruksi bangunan di lingkungan yang mudah basah dan ditinggali jamur, seperti kolam renang, kolam ikan, area taman, area pabrik, dan lain sebagainya.

9. Semen Super Masonry atau Super Masonry Cement (SMC)

Jenis-jenis semen yang umumnya digunakan untuk kontruksi bangunan berikutnya adalah super mansory cement. Jenis semen ini biasanya dipakai dalam pembuatan berbagai macam komponen konstruksi dalam suatu bangunan. Beberapa diantaranya berfungsi untuk membuat tegel, paving block, serta hollow brick.

BACA JUGA:Selain Terlihat Manis, Ternyata Ini Arti Tahi Lalat di Area Bibir, Ambisius dan Beruntung Soal Keuangan

10. Expansive Cement

Semen ekspansif mengalami perluasan bertahap seiring berjalannya waktu dan tetap mempertahankan ukurannya tanpa mengalami penyusutan setelah mengeras. Jenis semen ini secara khusus digunakan untuk mengisi baut jangkar dan saluran beton pratekan.

11. Hydrographic Cement

Semen hidrografis diproduksi dengan mencampurkan bahan kimia yang memiliki sifat penolak air dan memiliki kinerja serta kekuatan yang tinggi. Semen ini memiliki kemampuan untuk menolak air dan tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca hujan atau musim hujan.

12. Colored Cement

Proses produksi semen ini melibatkan pencampuran 5-10% pigmen mineral dengan semen konvensional. Pigmen mineral ini umumnya digunakan untuk pekerjaan dekoratif pada lantai.

13. Air Entraining Cement

Tipe semen ini mengandung entraining udara yang diproduksi dengan mencampurkan agen entraining udara seperti resin, lem, garam natrium sulfat, dan sejenisnya selama proses penggilingan klinker.

Jenis semen ini sangat efektif dalam meningkatkan kinerja dengan rasio air semen yang lebih rendah serta meningkatkan ketahanan beton terhadap beku.

Kategori :