4. Aktif dan Reaktif
Aspek keempat yang tidak kalah penting adalah hewan yang sehat secara jasmani biasanya aktif dan reaktif ketika didekati oleh seseorang. Hewan yang sehat akan lincah, kuat, bersemangat, tidak gelisah, dan tidak lemas.
BACA JUGA:Lezat dan Mudah Dibuat, Ini 4 Resep Olahan Daging Kurban Idul Adha 2024
5. Nafsu Makannya Baik
Secara umum, hewan yang sehat dapat dikenali dari nafsu makannya. Hal itu karena hewan sehat akan tetap makan dengan porsi yang sesuai dengan bobot badannya.
Mengutip dari IPB, penurunan nafsu makan pada hewan adalah tanda awal ternak yang sakit. Penurunan nafsu makan ini dapat berpengaruh terhadap aktivitas ternak.
Jika nafsu makannya baik, hewan ternak itu sudah pasti banyak bergerak dan lincah. Sementara yang nafsu makannya buruk, hewan akan terlihat murung, lesu, dan tidak bergairah. Jadi sebelum membeli hewan kurban, pastikan hewan tersebut nafsu makannya baik atau tidak.
BACA JUGA:8 Resep Olahan Daging Kambing Kurban Idul Adha 2024, Mudah Dibuat dan Lezat
6. Ciri Hewan Kurban Sehat, Memiliki Bulu yang Berkilau
Selanjutnya, hewan yang sehat dapat diketahui dari bulu halusnya. Hewan sehat memiliki bulu halus yang berkilau dan tidak mudah rontok. Rambut pada hewan kurban juga tidak berdiri dan berubah warna.
Selain itu, pastikan kulit hewan kurban juga terbebas dari parasit kulit, seperti tungau, pinjal, kutu, dan sebagainya.
Pasalnya, kulit hewan yang terlihat kusam dan bobot badannya sangat kurus, itu bisa jadi hewan tersebut terkena cacingan. Sehingga hewan dengan ciri-ciri tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk kurban.
BACA JUGA:Simak Resep dan Cara Buat Spicy Beef Jerkies, Olahan Daging Kurban Idul Adha 2024 yang Lezat
7. Persentase Berat Karkas yang Ideal
Aspek selanjutnya yang perlu juga diperhatikan adalah persentase bobot karkas. Karkas sendiri merupakan bagian dari ternak setelah dipotong yang terdiri dari daging dan tulang, tanpa kepala, kaki, kulit, dan jeroan.
Persentase bobot karkas ini dihitung berdasarkan berat hewan saat masih hidup. Secara umumnya, Sapi Lokal harus memiliki bobot karkas sekitar 40-45 persen, Sapi Bali 52-55 persen, Sapi Madura 46-48 persen, Sapi Limosin 52 persen, dan Sapi Ras Simmental sekitar 51 persen.