Ini Jenis Patahan Aktif di Sumatera, Sebabkan Gempa Bumi

Rabu 25-09-2024,14:29 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Septi Widiyarti

Gempa besar yang tercatat adalah gempa Pajang Panjang tahun 1926 dan gempa Lampung tahun 1933 sebesar 7,6 Mw (Magnitudo Momen).
Sedangkan yang belum lama terjadi adalah gempa di Pasaman Barat pada tahun 2022 sebesar 6,2 Mw.

- Terjadinya patahan tanah turun (graben atau slenk), yaitu dataran yang lebih rendah karena dataran di sekelilingnya patah.

Peristiwa alam ini tampak jelas terlihat dari dinding-dinding tebing yang curam di Ngarai Sianok dan Lembah Anai.

- Berkembangnya wisata alam dengan pemandangan pegunungan, lembah, air terjun dan hutan. Contohnya wisata Ngarai Sianok yang memicu perkembangan wisata lain di Kota Bukittinggi sehingga menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Malaysia.

BACA JUGA:11 Oleh-oleh Khas Bengkulu yang Paling Populer, Wajib Dibeli!

- Terbentuknya Pegunungan Bukit Barisan di sisi barat Pulau Sumatra, yang juga membentang dari selatan ke utara sepanjang 1.650 km. Rangkaian gunung terdiri dari 40 gunung, dimulai dari Gunung Tanggamus di Lampung hingga Gunung Bandahara di Aceh.

- Dikutip dari Gempa Bumi, Ruyani (2023:25), aktivitas Sesar Semangko mengakibatkan munculnya sesar-sesar minor.

Contohnya Sesar Tarahan di Provinsi Lampung yang aktif mengakibatkan banyak gempa kecil, terutama di daerah Pesawaran.

Itulah dampak Sesar Semangko terhadap Pulau Sumatra. Menyadari dampak positif dan negatif yang dapat ditimbulkan oleh suatu peristiwaa alam merupakan salah satu cara untuk hidup berdampingan dengan sebuah sesar.

Itulah mengenai jenis patahan yang aktif di Sumatera, yang mana tercatat membentang dari Aceh hingga Lampung.

Putri Nurhidayati

Kategori :