"Dari proses penyelidikan, kami menduga bahwa yang bersangkutan memang sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri," ujar Untung.
Pihak kepolisian pun tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya menjadi motivasi AM hingga akhirnya mengambil langkah tragis tersebut.
BACA JUGA:BEM FISIP Unair Bikin Karangan Bunga untuk Presiden dan Wapres, Berujung Dibekukan Dekanat!
Sosok AM: Keseharian yang Tertutup dan Pilihan Menempuh Pendidikan Paket C
Kapolsek Untung mengungkapkan bahwa AM masih berstatus sebagai pelajar di program kesetaraan Paket C setara SMA.
Pendidikan Paket C ini memungkinkan remaja seusia AM untuk tetap menempuh pendidikan walaupun mungkin memiliki keterbatasan waktu atau kendala tertentu di jalur sekolah formal.
“Dia masih sekolah, ikut program Paket C setara SMA,” terang Untung.
Menurut keterangan keluarga, AM tidak memiliki masalah yang serius di rumah dan tetap menjalani kesehariannya dengan normal.
BACA JUGA:Jarang Orang Tahu, Kisah Anak RA Kartini yang Menolak Privilege dan Pilih Hidup Berjuang Sendiri
Namun, sifatnya yang tertutup dan pendiam menjadi tantangan tersendiri bagi keluarganya untuk memahami isi hatinya.
Kepulangan AM yang Penuh Duka
Setelah semua proses identifikasi dan administrasi selesai, keluarga akhirnya dapat membawa pulang jenazah AM untuk dimakamkan.
Rasa duka mendalam tentu menyelimuti keluarga, yang masih tak percaya atas kehilangan anak mereka dalam situasi yang begitu tragis.
Keluarga menyatakan bahwa meski AM dikenal tertutup, ia tidak pernah menimbulkan masalah serius di rumah.
BACA JUGA:Daftar 9 Laptop Gaming Murah Oktober 2024, Bisa Buat Editing Video atau Foto
Tragedi ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, sekaligus menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kesehatan mental orang-orang di sekitar.
Peristiwa ini juga menyadarkan kita bahwa kadang seseorang yang tampak baik-baik saja mungkin menyimpan beban yang tak pernah terungkap.