Sebagai tambahan informasi, ada berbagai jenis KWH meter yang digunakan untuk mengukur penggunaan listrik, di antaranya:
1. KWH Meter Analog
Ini adalah jenis KWH meter yang paling banyak digunakan di Indonesia. KWH meter ini menggunakan jarum yang bergerak pada skala untuk menunjukkan angka konsumsi listrik.
2. KWH Meter Digital
Jenis ini menawarkan pembacaan yang lebih akurat dan lebih mudah dibaca dibandingkan dengan KWH meter analog. KWH meter digital dapat menunjukkan konsumsi listrik secara real-time.
3. KWH Meter 1 Phase
Digunakan untuk kebutuhan listrik dengan satu fase, biasanya untuk rumah tangga kecil.
4. KWH Meter 3 Phase
KWH meter ini digunakan untuk kebutuhan listrik yang lebih besar, seperti di gedung perkantoran, pabrik, atau fasilitas industri.
5. KWH Meter Prabayar
KWH meter ini memungkinkan pelanggan untuk membayar listrik terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Dengan sistem prabayar, pelanggan dapat lebih mudah mengontrol anggaran dan pengeluaran mereka terkait dengan penggunaan listrik.
BACA JUGA:Detik-detik Prajurit TNI Dikeroyok Anggota Ormas Saat Nyeruput Kopi
Di samping jenis-jenis KWH meter, penting juga untuk memahami berbagai golongan daya listrik yang ada, seperti:
- Golongan R-1: Mencakup daya mulai dari 450 VA, 900 VA, 900 VA-RTM, 1.300 VA, dan 2.200 VA.
- Golongan R-2: Mengacu pada daya antara 3.500 VA hingga 5.500 VA.
- Golongan I-1 (Tegangan Rendah): Daya yang mulai dari 450 VA hingga 14 kVA.