Situasi ini telah meluas ke luar Guinea Ekuatorial, yang menginspirasi komposisi musik, tarian, dan gambar yang diedit.
Dikenal sebagai "Bello" karena penampilannya, Ebang Engonga yang berusia lima puluhan merupakan keturunan Baltasar Engonga Edjo, yang mengepalai Komisi Komunitas Ekonomi dan Moneter Afrika Tengah.
Kepala jaksa Anatolio Nzang Nguema menyatakan bahwa jika pemeriksaan medis mengungkapkan adanya infeksi menular seksual, Ebang Engonga dapat menghadapi tuntutan karena membahayakan "kesehatan masyarakat".
BACA JUGA:6 Cara Mudah Beli Tiket Pesawat Pakai PayLater, Jalan-jalan Dulu Bayar Nanti
Sementara itu, dilansir dari liputan6.com, berikut Fakta Tentang Kasus Baltasar Ebang Engonga:
Terlibatnya Istri Pejabat Tinggi
Mengutip dari The Economic Times Engonga tidak hanya membuat publik terkejut dengan tindakan asusilanya tetapi juga sosok wanita yang diketahui sebagai asisten hingga pegawai lain.
Selain itu video lainnya juga menunjukan tindakan asusila Engonga dengan istri pejabat tinggi di Equatorial Guinea. Di antaranya istri saudara laki-laki, sepupu, hingga kerabat dekat Presiden Mbasogo.
Berdasarkan laporan, interaksi Engonga dengan wanita-wanita tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Saat ini pihak pemerintah sendiri telah melakukan pembatasan akses internet di negaranya sejak beberapa terakhir.
Diketahui pembatasan akses internet tersebut untuk mencegah penyebaran video syur semakin pesat dan menghubungi perusahaan telekomunikasi untuk membatasi akses ke konten porno dan memblokir distribusi video porno dalam 24 jam.
BACA JUGA:6 Cara Mudah Beli Tiket Pesawat Pakai PayLater, Jalan-jalan Dulu Bayar Nanti
Ditahan Kasus Korupsi
Saat ini Engonga telah ditahan di penjara Black Beach di Malabo, namun penahanannya ini bahkan bukan terkait tindakan asusila dan penyebaran video syur yang meperlihatkan dia dengan sejumlah Wanita, melainkan karena kasus penggelapan dana publik di lingkungan ANIF.
Menurut stasiun televisi setempat Engonga ditangkap untuk diamankan selama proses penyelidikan kasus korupsi tersebut.
Sementara itu, Jaksa Agung Equatorial Guinea Anatolio Nzang Nguema menuturkan bahwa Engonga positif menderita penyakit menular seksual.
Akibatnya Engonga mendapatkan tuntutan baru atas pelanggaran terhadap kesehatan masyarakat. Pihaknya juga menduga Engonga sengaja melakukan hubungan seksual dengan banyak wanita untuk menularkan penyakit tersebut.