Meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya warisan budaya melalui pendidikan formal dan informal.
2. Promosi Internasional
Mempromosikan warisan budaya Indonesia di tingkat internasional melalui festival, pameran, dan kerja sama budaya dengan negara lain.
3. Pemberdayaan Komunitas
Melibatkan komunitas lokal dalam pelestarian warisan budaya agar mereka merasa memiliki dan bertanggung jawab.
4. Pengembangan Ekonomi Kreatif
Mengintegrasikan warisan budaya dalam industri kreatif untuk menciptakan peluang ekonomi sekaligus melestarikan tradisi.
BACA JUGA:Sejarah Ditemukannya Candi Borobudur hingga Ditetapkan UNESCO Sebagai Situs Warisan Dunia
Meskipun telah diakui UNESCO, pelestarian warisan budaya tak benda menghadapi berbagai tantangan. Modernisasi dan globalisasi seringkali menyebabkan generasi muda kehilangan minat terhadap tradisi lokal. Selain itu, minimnya pendanaan untuk kegiatan pelestarian juga menjadi kendala.
Namun, dengan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat luas, tantangan ini dapat diatasi. Kerja sama yang solid akan memastikan bahwa warisan budaya Indonesia tetap hidup dan dihargai oleh dunia.
BACA JUGA:Warisan Budaya Indonesia Terbanyak Ketiga di UNESCO, Ini Daftarnya
Pengakuan UNESCO terhadap warisan budaya tak benda Indonesia, seperti Reog Ponorogo dan Kebaya, adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Itulah, 15 warisan budaya Indonesia tak benda UNESCO.
(Sheila Silvina)