NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, stadion GBK kini dikelola oleh Danantara demi optimalisasi aset nasional.
Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), ikon olahraga nasional yang telah menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa penting di Indonesia, kini memasuki babak baru dalam pengelolaannya.
Sebelumnya, Prabowo sempat menghadiri townhall meeting bersama jajaran BPI Danantara pada Senin (28/4) lalu. Prabowo memberikan arahan secara tertutup.
BACA JUGA:Dana Indonesiana 2025 Dibuka, Peluang Emas Bagi Pelaku Budaya untuk Berkarya Lebih Luas
Ihwal pengalihan aset GBK itu sempat disampaikan oleh CEO Danantara Rosan Roeslani setelah pengarahan Prabowo. Rosan mengungkapkan pihaknya akan mengelola aset GBK.
"Akan dimasukkan aset lain dan itu adalah yang kita ada di sini, GBK. Yang ada di Mensetneg yang nilainya di value 8 tahun yang lalu itu nilainya US$ 25 miliar. Nah jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara," kata Rosan.
BACA JUGA:Sosok Devi Suamba, Miss Universe Asia 2025! Cantik, Cerdas, dan Siap Menginspirasi Dunia
Keputusan ini menandai komitmen pemerintah untuk meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi dari aset-aset strategis negara. Langkah ini bukan sekadar perpindahan administratif, tetapi mencerminkan perubahan paradigma dalam pengelolaan aset negara.
Dalam pernyataannya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kompleks GBK memiliki potensi besar yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Melalui pendekatan investasi yang lebih terarah dan profesional, diharapkan GBK bisa dikembangkan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai pusat kegiatan hiburan, budaya, dan ekonomi kreatif berskala internasional.
BACA JUGA:Walau KUR BSI 2025 Tanpa Bunga, Telat Bayar Angsuran Bakal Kena Denda, Ini Cara Hitung Dendanya
Masuknya GBK ke dalam portofolio Danantara turut memperbesar nilai aset yang berada di bawah kendali lembaga ini. Menurut perhitungan terakhir, total nilai aset yang kini dikelola oleh Danantara diperkirakan mencapai angka fantastis: sekitar US$1 triliun.
Ini menjadi tonggak penting bagi Danantara dalam memperkuat perannya sebagai motor penggerak investasi strategis milik negara. Meski telah diumumkan secara resmi, proses teknis pengalihan ini masih memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.
BACA JUGA:Hope On The Stage! J-Hope Siap Guncang Jakarta di Konser Solo Perdana Usai Wajib Militer
Hal ini dikarenakan perbedaan struktur manajerial antara sistem sebelumnya, di mana GBK berada di bawah format Badan Layanan Umum (BLU) Setneg, dengan pendekatan korporatis yang diusung oleh Danantara.