Mengenal Salawati Daud, Walikota Perempuan Pertama di Indonesia

Senin 19-05-2025,20:37 WIB
Reporter : Tianzi Agustin
Editor : Septi Widiyarti

Setelah menjabat walikota, Salawati terus aktif di dunia politik nasional. Ia turut mendirikan organisasi perempuan Gerakan Wanita Sedar (Gerwis) pada tahun 1950, yang kemudian dikenal sebagai Gerwani.

Kiprah politiknya kian menonjol ketika ia menjadi calon legislatif dari Partai Komunis Indonesia (PKI) dan terpilih menjadi anggota DPR pada pemilu 1955. Di parlemen, ia dikenal aktif memperjuangkan hak-hak perempuan dan menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPP Gerwani.

BACA JUGA:Wali Kota Bengkulu Berlakukan Moratorium Perpindahan ASN, Kecuali untuk Kategori Ini

Warisan Perjuangan

Meski kiprahnya tak lepas dari kontroversi karena keterlibatannya dalam organisasi kiri, tak bisa disangkal bahwa Salawati Daud telah membuka jalan bagi banyak perempuan Indonesia untuk berani tampil di panggung kepemimpinan.

Warisannya tidak hanya sebagai walikota perempuan pertama, tetapi juga sebagai simbol perjuangan dan keberanian perempuan Indonesia dalam politik dan pemerintahan.

Melalui kisah hidup Salawati Daud, kita diingatkan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam sejarah bangsa ini. Kepemimpinan bukanlah soal gender, melainkan keberanian, visi, dan dedikasi sesuatu yang telah dibuktikan oleh Salawati lebih dari setengah abad yang lalu.

BACA JUGA:Portofolio Sustainable Finance BRI Tembus Rp 796 Triliun, Terbesar di Indonesia

Tianzi Agustin

Kategori :