“Yang perlu diolah adalah bahasa saat menyampaikan amarah, agar marahnya berbobot dan tidak melukai,” ungkap Buya Yahya.
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Siapkan Anggaran Rp9,4 M untuk Gaji PPPK Hingga Desember 2025
Sebagai langkah praktis, jika seseorang merasa sering marah tanpa sebab yang jelas, Buya Yahya menyarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Hal ini penting agar akar permasalahan dapat diketahui dan diselesaikan secara tepat.
Tak hanya itu, Buya Yahya juga menyampaikan bahwa salah satu ciri orang bertakwa adalah kemampuannya menahan amarah.
Menahan amarah memang tidak mudah, tetapi bisa dilatih dan diolah menjadi sebuah keahlian hidup.
BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Siapkan Anggaran Rp9,4 M untuk Gaji PPPK Hingga Desember 2025
Marah adalah emosi alami yang dimiliki setiap orang. Namun, cara seseorang menyampaikan dan mengelolanya akan menentukan apakah amarah itu membawa kebaikan atau justru kerusakan.
Dengan pengendalian diri, pendidikan syariat, dan kesadaran emosional, marah dapat menjadi kekuatan yang beradab, bukan pelampiasan yang menyakitkan.
BACA JUGA:Kasus Gigitan HPR Masih Mengancam, Stok Vaksin Rabies di Kaur Mulai Menipis
Putri Nurhidayati