Peluru kendali tersebut mampu menjangkau target hingga 300 km dan membawa muatan mencapai 650 kg.
Khalij e Fars dirancang untuk menghancurkan target dan kekuatan musuh di laut.
Rudal S-300
Senjata lain yang dimiliki Iran bernama S-300. Senjata itu merupakan sistem peluru kendali buatan Rusia yang dibeli Iran.
Iran dapat mengerahkan sistem S-300 di sepanjang garis pantai untuk membantu kampanye anti-akses atau penolakan wilayah melawan AS.
BACA JUGA:Perang Iran Vs Israel Semakin Menggila, Apakah Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Aman?
Netanyahu Sembunyi saat Iran Kirim Rudal
Saat Iran kirim rudal ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sembunyi. Ketika kondisi cukup aman, dia kemudian muncul ke publik.
Netanyahu diketahui melakukan kunjungan ke Bat Yam, wilayah Israel tengah yang terdampak oleh serangan Iran.
Pasalnya, Bat Yam menjadi salah satu kota yang terkena dampak signifikan, di mana sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan warga harus mengungsi sementara.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menyatakan bahwa Iran akan menerima konsekuensi atas serangan yang disebutnya sebagai pembunuhan terhadap warga sipil.
"Iran akan membayar harga yang sangat mahal atas pembunuhan warga sipil, perempuan, dan anak-anak yang mereka lakukan dengan sengaja," tegas Netanyahu melalui akun X resminya.
Netanyahu juga menyatakan bahwa operasi militer Israel akan terus berlanjut dalam misi yang diberi nama “The Rising Lion” atau “Singa yang Bangkit”.
BACA JUGA:Jangan Panik! Begini Cara Agar DC Lapangan Akulaku Tidak Datang ke Rumah Saat Galbay
"Tentara dan pilot kita beroperasi dengan gagah berani di atas langit Iran," ujarnya.
Kehadiran langsung Netanyahu di lokasi terdampak menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik antara dua negara tersebut belum menunjukkan tanda-tanda mereda.