Begini Penjelasan tentang Claude AI yang Dipakai Amerika Serikat Serang Iran
Kecanggihan aplikasi Claude AI yang digunakan Amerika Serikat untuk menyerang Iran--
INTERNASIONAL, RBTVCamkoha.com – Satu per satu informasi tentang peperangan antara Amerika-Israel melawan Iran, terbuka dipublik. Diantaranya ketika Amerika Serikat memanfaatkan claude AI saat menyerang Iran yang menewaskan pimpinan tertinggi Iran beberapa hari lalu.
Padahal satu hari sebelum serangan itu, Amerika menyebut Anthropic yang merupakan perusahaan claude AI sebagai supply chain risk.
Bahkan Presiden Donald Trump sempat memerintahkan pemerintah untuk menghentikan kerja sama dengan perusahaan tersebut.
Dalam unggahan di platform X, Trump menyebut Anthropic sebagai “perusahaan AI kiri radikal yang dijalankan orang-orang yang tidak memahami dunia nyata".
Apa Itu Anthropic dan Claude AI?
Melansir dari beberapa sumber, Anthropic merupakan perusahaan riset dan keamanan AI yang berbasis di AS.
Perusahaan ini didirikan pada 2021 yang berfokus pada Pembangunan sistem AI yang andal, aman, mudah dipahami, dan tetap bisa dikendalikan oleh manusia.
Perusahaan menempatkan keselamatan AI sebagai inti pengembangan, sehingga menjadikannya objek penelitian sistematis, diuji, dan hasilnya dibagikan untuk pengembangan lebih lanjut.
BACA JUGA:BSI Sahabat Finansial, Spiritual dan Sosial Ajak Anak Yatim Piatu Belanja Baju Lebaran di Mall
Salah satu produk yang paling dikenal dari Anthropic adalah Claude. Ini merupakan model AI generatif yang dirancang untuk membantu bisnis, organisasi nirlaba, dan komunitas sipil.
Claude dikembangkan dengan menekankan kontrol manusia dan keamanan, agar responsnya tetap sesuai dengan nilai dan aturan yang ditetapkan.
Sebagai Public Benefit Corporation (PBC), Anthropic tidak hanya mengejar keuntungan tetapi juga bertanggung jawab terhadap manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dewan direksinya dipimpin oleh pendiri, Dario Amodei dan Daniela Amodei.
Namun menurut laporannya, belum jelas bagaimana persisnya AI Anthropic ini digunakan dalam serangan ke Iran.
Akan tetapi, jika menurut The Guardian, militer AS memanfaatkan Claude untuk keperluan intelijen, pemilihan target, dan simulasi medan perang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


