Imbauan Tunda Keberangkatan Umrah dari Kemenhaj, Dampak Perang AS-Israel vs Iran
--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau masyarakat Indonesia untuk menunda keberangkatan ke tanah suci untuk menjalankan Umrah dalam waktu dekat, demi keamanan.
Hal itu lantaran Situasi di Timur Tengah saat ini sedang mencekam usai serangan udara yang diluncurkan Amerika (AS)-Israel terhadap Iran.
BACA JUGA:Jam Berapa Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini 2 Maret 2026? Ini Jadwalnya
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, bahwa imbauan tersebut adalah bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.
"Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," ujar Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Hal tersebut perlu dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah di Saudi Arabia.
BACA JUGA:Harga Tiket Bus Semeru Trans Jakarta-Jogja Terbaru Maret 2026, Cek Jadwal Keberangkatannya
Sementara itu, pemerintah juga meminta jemaah umrah yang sedang menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji, konjen, hingga Pemerintah Indonesia di Saudi.
Lebih lanjut, Dahnil mengimbau jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air supaya tetap tenang dan tidak panik.
Karena pemerintah Indonesia tetap fokus untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Arab Saudi.
Menurut data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), sekarang ini tercatat ada 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.
Terancam Gagal Pulang ke Tanah Air
Buntut dari konflik yang kian memanas di Timur Tengah ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan ke/dari Timur Tengah dibatalkan. Akibatnya ribuan jamaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa segera pulang ke Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


