Sumpah Pasukan Iran untuk Israel, ‘Kami akan Buka Gerbang Neraka’
Pasukan Iran akan buka gerbang neraka untuk Israel--
Vaez menjelaskan bahwa “di Israel, permusuhan terhadap Iran baru dimulai pada akhir 1990-an, karena sebelumnya Irak di bawah pemerintahan Saddam Hussein dianggap sebagai ancaman regional yang lebih besar.”
Buktinya, pemerintah Israel pernah menjadi salah satu negara yang memungkinkan terjadinya Iran-Contra, yaitu program rahasia Amerika Serikat untuk mengalihkan senjata ke Iran sehingga dapat digunakan dalam perang Iran melawan Irak antara tahun 1980 dan 1988.
Namun seiring berjalannya waktu, Israel mulai melihat Iran sebagai salah satu ancaman utama bagi keberadaannya.
Permusuhan antara keduanya lantas berkembang dari perkataan hingga menjadi perbuatan.
“Perang bayangan” antara Israel dan Iran
Alí Vaez, direktur Program Iran di lembaga kajian International Crisis Group, memaparkan bahwa ketika Iran berhadapan dengan Arab Saudi, kekuatan regional besar lainnya, Iran menyadari bahwa dirinya adalah negara Persia dan Syiah di kawasan yang mayoritas berpenduduk Arab dan Sunni.
“Rezim Iran menyadari keterasingannya dan mulai mengembangkan strategi yang bertujuan untuk mencegah musuh-musuhnya suatu hari menyerang di wilayahnya sendiri.”
BACA JUGA:Segini Jumlah Pinjaman yang Didatangi DC Lapangan Akulaku
Iran, menurut Vaez, kemudian menciptakan jaringan organisasi yang bersekutu dengan Teheran guna melakukan aksi bersenjata yang menguntungkan kepentingannya.
Hizbullah di Lebanon, yang diklasifikasikan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, adalah yang paling menonjol.
Saat ini kelompok-kelompok yang disebut “poros perlawanan” Iran berada di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.
Israel tidak tinggal diam. Tel Aviv telah melancarkan serangan serta tindakan bermusuhan lainnya dengan Iran dan sekutunya, seringkali di negara ketiga yang mendanai dan mendukung kelompok bersenjata pro-Iran.
Pertarungan antara Iran dan Israel digambarkan sebagai “perang bayangan” karena dalam banyak kasus kedua negara saling menyerang tanpa mengakui keterlibatan masing-masing.
Pada 1992, kelompok Jihad Islam yang terkait dengan Iran meledakkan Kedutaan Israel di Buenos Aires, menyebabkan 29 orang tewas.
Peristiwa ini terjadi sesaat setelah pemimpin Hizbullah, Abbas al-Musawi, dibunuh - sebuah serangan yang secara luas dikaitkan dengan badan intelijen Israel.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


