Wagub Mian Minta Pertamina Cari Jalur Alternatif untuk Pasok BBM ke Bengkulu
Rapat pembahasan pendistribusian BBM di Provinsi Bengkulu--
BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Mengantisipasi kelangkaan pasokan BBM di Provinsi Bengkulu akibat pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai, Wagub Mian minta Pertamina mencari jalur alternatif untuk memasok BBM ke Bengkulu, termasuk pemanfaatan pelabuhan terdekat.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian memimpin rapat terkait ketersedia BBM dan alur pelabuhan Pulau Baai. Wagub meminta agar Pertamina segera mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan BBM di dalam Provinsi Bengkulu, karena sejak beberapa hari lalu, banyak ditemukan antrian BBM di sejumlah SPBU.
BACA JUGA:Pembangunan Mulai dari Desa, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Wagub meminta Pertamina segera mencari alternatif lain untuk distribusi BBM, baik dengan memaksimalkan pendistribusian melalui jalur darat, maupun memanfaatkan pelabuhan Teluk Bayur Padang.
"Jadi Pertamina tidak harus menunggu pelabuhan. Suplay BBM di Bengkulu haeus sesuai kuotanya, bagaimana caranya lewat darat, lewat Linggau, lewat Teluk Bayur harus ada supplay sesuai kuota. Pertamina harus cukup mensupplay Bengkulu," ujar Wagub Mian.
Rapat membahas distribusi BBM ini dihadiri anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Teuku Zulkarnain. Teuku meminta agar dipertimbangkan lokasi lain sebagai tempat bersandar kapal, karena kondisi pengerukan saat ini tidak ada kemajuan signifikan.
"Kita lihat beberapa opsi. Opsi yang oertama apakah bisa kapal kita upayakan keluar dan masuk dari pintu yang abrasi," ujar Anggota Komisi IV Teuku Zulkarnain.
Volume pasir yang telah dikeruk dan dibuang dengan alat seadanya, kembali masuk ke kawasan alur dengan volume yang sama. Apalagi pelaksanaan pengerukan ini sempat terhenti, dan akibatkanya volume pasir yang harus dikeruk lebih banyak lagi.
BACA JUGA:Mendes PDT Yandri Susanto Sampaikan Ini ke Wagub Mian saat Berada di Bumi Merah Putih Bengkulu
Salah satu opsi lokasi yang ditawarkan adalah menggunakn titik abrasi sebagai tempat kapal bersandar. Karena saat ini kawasan abrasi ini hanya digunakan oleh para nelayan, dan pengakuan nelayan kedalamannya mencapai 10 meter.
Namun memang pemanfaatan ini harus disurvey dan dikaji lebih dulu, memastikan titik lokasi kedalaman tersebut. Teuku meminta kajian ini segera dilakukan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


