Awas Salah, Ini Strategi Mengelola Unit Sembako di Koperasi Merah Putih
Strategi Mengelola Unit Sembako di Koperasi Merah Putih--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Strategi cerdas mengelola unit sembako di koperasi merah putih, menuju desa mandiri dan sejahtera.
Kebutuhan pokok merupakan fondasi utama dalam kehidupan masyarakat desa. Tak heran, jika gerai sembako menjadi salah satu unit usaha paling vital dalam struktur Koperasi Desa Merah Putih.
BACA JUGA:Update Harga Cincin Emas 1 Gram 22 Karat Hari Ini, Cek Dulu Sebelum Beli!
Koperasi ini bukan sekadar tempat jual beli kebutuhan harian, melainkan bagian dari strategi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025 dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan serta pemerataan ekonomi desa.
Bagi Anda yang mengelola unit sembako di bawah naungan Koperasi Merah Putih, memahami sistem dan alur pengelolaannya adalah kunci keberhasilan.
BACA JUGA:Pendapatan Daerah 2025, Jual Benih Sawit di Utara Hasilkan Rp 300 - Rp 500 Juta per Tahun
Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif nasional strategis yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Program ini dirancang sebagai pilar utama Asta Cita kedua dan keenam, yakni untuk menciptakan bangsa yang mandiri secara pangan dan membangun perekonomian dari desa.
Salah satu unit usaha unggulan dalam koperasi ini adalah gerai sembako murah yang dikelola secara profesional dan terintegrasi dengan teknologi digital.
BACA JUGA:Update Dampak Gempa Bengkulu: 1 Orang Meninggal Dunia dan 2 Orang Dirawat di RS Bhayangkara
Cara Efektif Mengelola Unit Usaha Sembako Koperasi Merah Putih
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bakal menjadi agen penyalur sembako hingga gas LPG 3 kg. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mulanya mengatakan, BUMN memiliki peran yang penting.
Zulhas menerangkan Kopdes Merah Putih juga akan menjadi agen sembako di mana pasokannya diambil dari Bulog dan ID Food. Kemudian, Kopdes Merah Putih juga dapat menjadi penyalur bantuan sosial (bansos).
Mengelola unit sembako membutuhkan sistem kerja yang rapi dan efisien. Berikut langkah-langkah penting dalam pengelolaan unit sembako:
1. Konsolidasi Laporan Penjualan
Data penjualan harian harus secara rutin dikonsolidasikan ke dalam sistem koperasi agar arus kas dan stok terpantau jelas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


