Mitos Dibalik Menabrak Kucing di Jalan, Membawa Pesan Baik atau Malah Pertanda Sial akan Datang?
Mitos Menabrak Kucing --
BACA JUGA:Ratusan Pelari Siap Ramaikan Glow Run Night RBTV X Polresta Bengkulu, Hadiah Puluhan Juta Menanti
Sementara itu, dalam beberapa tradisi keagamaan, kucing dianggap sebagai makhluk yang harus dihormati.
Oleh karena itu, menabrak kucing bisa dianggap sebagai bentuk kesialan atau ketidakberuntungan karena secara tidak langsung telah mengganggu makhluk yang dianggap memiliki nilai tertentu.
Meski begitu, kepercayaan ini sangat subjektif dan bergantung pada bagaimana seseorang memahami agamanya. Adapun jika dilihat dari sudut pandang rasional, menabrak kucing sebenarnya lebih merupakan kecelakaan yang tidak disengaja dan tidak ada hubungannya dengan keberuntungan atau nasib buruk.
Apa lagi jika kecelakaan semacam ini biasanya terjadi karena faktor-faktor eksternal, seperti kondisi jalan, pandangan yang terbatas, atau perilaku kucing itu sendiri yang tiba-tiba melintas.
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa kejadian ini bisa memengaruhi kehidupan seseorang secara supranatural.
BACA JUGA:Pinjaman KUR BRI Bulan November Cepat Cair, Ini Simulasi Angsuran Bulanan Plafon Rp 35-40 Juta
Akan tetapi, sebagai manusia yang memiliki perasaan dan hati nurani, kita kerap kali merasakan perasaan bersalah atau trauma setelah mengelami musibah menabrak kucing.
Perasaan negatif ini sering kali disalahartikan sebagai tanda buruk, padahal sebenarnya hanya reaksi emosional terhadap kejadian yang tidak menyenangkan.
Hal ini wajar karena banyak orang mencintai hewan dan merasa sedih atau terganggu ketika tidak sengaja menyakiti mereka. Perasaan ini bisa memengaruhi cara pandang seseorang terhadap kejadian tersebut, sehingga mereka merasa seperti sedang dihantui oleh nasib buruk.
BACA JUGA:Kejari Bengkulu Bakal Lelang 90 Unit Motor, Harga Bervariasi
Putri Nurhidayati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


