Waduh! TikTok dan Meta Dipanggil Komdigi, Gara-gara Konten Provoaktif Demo di DPR
aksi demo --
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Demo yang terjadi di kawasan gedung DPR/MPR pada 25 Agustus 2025 kemarin membuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana memanggil pihak TikTok dan Meta.
Pemanggilan tersebut dikabarkan terkait dengan kerusuhan yang terjadi saat demonstrasi di DPR RI yang ricuh.
BACA JUGA:Tunjangan dan TPP Setop, 3 ASN Setwan Kepahiang Diberhentikan Sementara
Seperti diketahui, bahwa demo tersebut berujung ricuh dan aparat kepolisian pun berhasil mengamankan ratusan orang, dan bahkan tak sedikit pula beredar di media sosial orang-orang yang jadi korban kericuhan demo tersebut.
Kabar pemanggilan platform media sosial TikTok dan Meta ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowomengatakan.
Menurutnya, pemanggilan itu ada kaitannya dengan mudahnya publik mengkonsumsi konten provokatif di platform sosial media.
“Saya pribadi sama Pak Dirjen juga saya hubungi. Yang pertama saya sudah hubungi Head TikTok Asia Pacific. Saya minta mereka ke Jakarta, kita akan bercerita tentang fenomena ini. Dan kita juga sudah komunikasi dengan TikTok Indonesia. Dengan Meta Indonesia juga kami sudah komunikasi,” kata Angga.
BACA JUGA:7 Jenis Tabungan BSI yang Bisa Dipilih Sesuai Kebutuhan, Segini Saldo Minimal Per Bulan
Tak hanya itu, Angga menyebut, pemerintah juga bermaksud untuk melakukan pemanggilan kepada media sosial lainnya yakni X. Sayangnya, platform tersebut tidak memiliki kantor di Indonesia, sehingga niatan tersebut belum bisa direalisasikan.
“Harusnya mohon maaf, mereka berjalan dan beroperasi di atas infrastruktur, dan apa namanya, penggunanya adalah orang-orang Indonesia yang menurut kami sebagai organisasi dia harus comply dengan hukum-hukum yang berlaku di Indonesia,” terangnya.
BACA JUGA:Wagub Mian Cek Kondisi Korban Keracunan MBG di Lebong
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, bahwa muulanya pihak kepolisian memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi. Akan tetapi, ada kelompok lain yang justru memanfaatkan situasi untuk bikin ricuh.
Kelompok yang tidak menyampaikan pendapat ini bahkan melakukan perusakan terhadap fasilitas umum di sekitaran lokasi demo yang berakibat membahayakan pengendara yang ada di tol serta melempari petugas.
"Massa yang melakukan pengerusakan terhadap fasilitas umum, antara lain separator Transjakarta dirusak, kemudian gerbang depan gedung DPR, kemudian melempari pengendara mobil yang ada di tol, sehingga membahayakan pengendara yang ada di tol kemudian melawan petugas, melempari petugas," ujarnya.
BACA JUGA:Membanggakan! Indonesia Sabet 9 Medali di World Games 2025 Chengdu, Peringkat ke-20 Dunia
Putri Nurhidayati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


