Jangan Diabaikan, Ini Bahaya Asap Pembakaran Sampah Bagi Kesehatan
--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Kebersihan adalah budaya kita orang Indonesia. Budaya ini sudah tertanam sejak turun temurun dari orang zaman dahulu.
Selain untuk kenyamanan, tentu saja ini juga merupakan bentuk peduli terhadap kesehatan.
BACA JUGA:JSM Indomaret dan Alfamart Banjir Promo, Minyak Goreng 2 Liler Tebus Segini
Umunya, kebersihan tidak hanya dari dalam rumah namun juga dari luar rumah, termasuk halnya dengan mengumpulkan sampah yang mengganggu pemandangan lalu kemudian membakarnya.
Namun siapa sangka, alih-alih untuk menjaga kesehatan lewat kebersihan, ini justru membakar sampah rupanya juga bisa membahayakan kesehatan kita. Yakni melewati asap dari sampah yang dibakar.
Asap dari membakar sampah jenis apa pun, baik itu plastik, kayu, kertas, daun, maupun kaca, tentu saja akan melepaskan banyak polutan beracun. Polutan ini termasuk karbon monoksida, formaldehida, arsenik, dioksin, furan, dan VOC.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi pembakaran, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru, berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat menghirup bahan-bahan tersebut.
BACA JUGA:Belanja Pegawai Bengkak, Kenaikan TPP PNS Pemkot Bengkulu Dikaji Ulang
Bahaya Asap Bakar Sampah
Munculnya gangguan kesehatan saat setelah membakar sampah sebenarnya juga tergantung pada seberapa lama dan seberapa sering mereka terpapar asap hasil pembakaran sampah.
Namun, umumnya gangguan kesehatan sebagai imbas dari bahaya membakar sampah bisa beragam, seperti:
- Batuk
- Mata merah atau berair
- Hidung terasa perih seperti terbakar
- Ruam
- Mual
- Sakit kepala
- Serangan asma pada penderita asma
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Tahan Pejabat Bank BUMN
Namun tak hanya sesederhana itu, salah satu kekhawatiran terbesar dari pembakaran sampah secara terbuka adalah risiko kesehatan yang timbul akibat paparan dioksin ke udara. Dalam jangka panjang, paparan zat ini berisiko menyebabkan:
- Jenis kanker tertentu
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


