Iklan RBTV

Kabupaten Seluma Mampu Bertahan 18 Bulan Saat Kondisi Paceklik, 'Hilirisasi Gabah Kering' Kunci Utama

Kabupaten Seluma Mampu Bertahan 18 Bulan Saat Kondisi Paceklik, 'Hilirisasi Gabah Kering' Kunci Utama

--

SELUMA, RBTV.DISWAY.ID – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial menyampaikan bahwa Kabupaten Seluma bisa menjadi lumbung pangan di Provinsi Bengkulu.

Pernyataan itu disampaikannya saat mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan secara daring bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) atau Computer Workstation (CWS) Kelurahan Talang Dantuk Kecamatan Seluma pada Rabu (7/1) siang.

Arian Sosial  menyebut tahun 2026 ini Kabupaten Seluma mengalami surplus 26.642 ton beras.

BACA JUGA:Menangis di Kantor Inspektorat, Istri Tuntut ASN Bengkulu Utara Dipecat

Ia mengatakan dari luas panen wilayah Kabupaten Seluma di tahun 2025 mencapai 16.073 hektare.

Dari jumlah itu, Kabupaten Seluma berhasil memproduksi gabah kering sebanyak 80.365 ton, dan jika dikonversikan menjadi beras menjadi 44.232 ton.

Ketika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Seluma saat ini yang mencapai 219.877 jiwa, maka standar kebutuhan beras per jiwa per tahun adala 80 kg per kapita, dan kebutuhan beras di Kabupaten Seluma dalam setahun mencapai 17.590 ton, sehingga surplus beras 26.642 ton.

BACA JUGA:Waspada Modus Kejahatan, Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

Surplus beras sebanyak 26.642 ton ini diklaim mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Seluma selama 18 bulan ke depan.

Dengan kondisi tersebut, Kadis Pertanian Seluma berharap ada hilirisasi gabah kering yang bisa dikelola sendiri, sehingga gabah kering tidak perlu dijual keluar daerah.

"Jadi ada surplus beras sebanyak 26.642 ton, dan kita bisa bertahan selama 18 bulan jika dalam kondisi paceklik. Kita ingin, berusaha hilirisasi gabah kering bisa kita kelola sendiri, jadi tidak perlu dijual gabah keringnya keluar daerah,” terang Arian Sosial.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit di Mukomuko Kembali Merosot, Ini Rincian Harganya

Sementara itu, Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto berharap dengan hasil nyata surplus beras ini, dua bendungan besar yang ada di Kabupaten Seluma, yakni Bendung Air Seluma dan Bendung Air Alas dapat dioptimalkan lagi untuk mengairi areal persawahan yang ada di Kabupaten Seluma.

“Kita tahun ini Alhamdulillah mengalami surplus beras, dan kita berusaha mengoptimalkan 2 bendungan kita yang terbesar yakni Bendung Air Seluma dan Bendung Air Alas dioptimalkan lagi untuk mendukung program ketahanan pangan di tempat kita,” ucap Gustianto.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait