Kronologi dan Pengakuan Terduga Pembuang Bayi di Pinggir Sungai Padang Guci Kaur ke Polisi
Kapolsek Tanjung Kemuning Iptu Priyanto--
Kaur, RBTV.DISWAY.ID – Bayi mungil berjenis kelamin perempuan ditemukan warga Desa Padang Kedondong Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, pada Rabu (14/01) pagi di pinggir sungai Padang Guci.
Bayi malang tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Tubuh mungilnya mulai membiru akibat kedinginan, karena saat ditemukan kondisi sedang hujan dan sang bayi tidak mengenakan selembar pakaian.
Mirisnya lagi, sang bayi masih terbungkus ari-ari dan saat ditinggalkan hanya ditutupi dengan dedaunan.
BACA JUGA:All New Ayla 2026 Tampil Agresif dan Naik Kelas, Harga Tidak Berubah!
Beruntung, warga dan personel Polsek Tanjung Kemuning bergerak cepat dan membawa bayi perempuan itu ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi pun bergerak cepat dan mencari terduga pelaku pembuang bayi tersebut.
Kapolsek Tanjung Kemuning Polres Kaur, IPTU Priyanto mengatakan bahwa ada dua orang yang sudah diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polres Kaur.
Keduanya adalah laki-laki berinisial SA berusia 20 tahun dan HA berusia 18 tahun. Kedua orang ini merupakan warga Kabupaten Kaur.
Dari keterangan kedua pemuda yang diamankan ini, terungkaplah identitas ibu sang bayi yang diketahui berinisial PA.
Hasil pemeriksaan sementara, SA merupakan pacar dari PA, sementara HA merupakan teman dari SA.
BACA JUGA:Yamaha Bocorkan Motor Baru! Hemat BBM dan Stylish, Cocok untuk Segala Kalangan
Kronologi Pembuangan Bayi
Terduga pelaku SA yang merupakan pacar dari wanita berinisial PA mengaku, awalnya mendapat kabar dari PA yang mengalami kontraksi sekitar pukul 05.00 WIB di rumahnya.
SA pun kemudian mengajak rekannya HA untuk menemaninya datang ke rumah PA. Namun SA kaget saat tiba di kediaman PA, ternyata pacarnya tersebut telah melahirkan.
Lantaran panik melihat PA telah melahirkan seorang bayi, mereka bertiga pun menuju jembatan Padang Guci dengan niat untuk membersihkan darah di kaki PA, sekaligus membawa sang bayi.
Mereka akhirnya meninggalkan sang bayi di pinggir sungai tanpa sehelai pakaian atau kain pembungkus, karena ingin membawa PA ke Puskesmas terdekat.
BACA JUGA:Semewah Ini, HP 2 Jutaan Terbaru dan Terbaik di Awal 2026, Spek Dewa
Ibu Bayi Berstatus Mahasiswi
Hasil pemeriksaan pihak kepolisian, PA berstatus mahasiswi yang menempuh pendidikan di Kota Bengkulu. Saat ini PA masih menjalani perawatan intensif di RS Hasanudin Damra Kabupaten Bengkulu Selatan dan pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap SA dan HA terduga pelaku pembuang bayi tersebut.
Terungkapnya peristiwa ini karena sesaat setelah penemuan bayi, pihak kepolisian mendapatkan informasi adanya seorang wanita muda yang dirujuk dari Puskesmas Dalang Randai menuju RS Hasanudin Damrah karena mengalami pendarahan.
Informasi awal, wanita itu baru saja melahirkan tanpa membawa sang bayi dan saat itu, sang wanita ini menolak memberikan keterangan kepada pihak Puskesmas.
(Febri Romadhan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


