Iklan RBTV

Penyebab Asam Urat dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Penyebab Asam Urat dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Penyebab seseorang bisa mengidap asam urat.--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Asam urat merupakan penyakit yang menyerang persendian. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami rasa nyeri yang sering muncul secara tiba-tiba, disertai pembengkakan, kemerahan, dan rasa panas pada bagian sendi. 

Meski bisa terjadi di berbagai sendi, asam urat lebih sering menyerang jari kaki, pergelangan kaki, lutut, hingga jari tangan.

Serangan asam urat dapat berkembang dengan cepat, bahkan hanya dalam beberapa jam. Rasa sakitnya bisa berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar 3–10 hari. Kondisi ini lebih sering dialami pria berusia di atas 30 tahun. 

Sementara itu, pada wanita risiko asam urat cenderung meningkat setelah menopause.

Penting diapahami bahwa asam urat berbeda dengan rematik. Rematik merupakan istilah yang cukup luas untuk menggambarkan rasa sakit atau peradangan pada sendi dan otot yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. 

Sementara itu, asam urat terjadi akibat tingginya kadar asam urat yang kemudian membentuk kristal di persendian.

BACA JUGA:Kenali 4 Gejala Sakit Ginjal dan Pola Pencegahannya agar Tubuh Tetap Sehat

Apa yang menyebabkan asam urat?

Sebenarnya, asam urat merupakan hasil alami dari proses tubuh dalam memecah purin. purin adalah zat yang terdapat secara alami di dalam tubuh dan juga ditemukan pada beberapa jenis makanan. 

Zat ini memiliki peran dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menyediakan energi.

Setelah digunakan, purin akan diuraikan menjadi asam urat. Selanjutnya, asam urat biasanya dikeluarkan dari tubuh melalui urine dengan bantuan ginjal.

Masalah muncul ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya dengan baik. Akibatnya, kadar asam urat di dalam darah meningkat dan dapat menumpuk.

Jika berlangsung terus-menerus, asam urat dapat membentuk kristal kecil dan tajam seperti jarum di sekitar sendi. 

Kristal inilah yang kemudian memicu peradangan, sehingga sendi terasa sangat nyeri, bengkak, panas, dan sulit digerakkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: