Mitos dan Fakta Sebenarnya Tentang Bulan Shafar Menurut Syariat Islam, 'Bukan Bulan Sial'
Mitos bulan shafar--
BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Mitos dan fakta sebenarnya tentang bulan Shafar yang wajib umat muslim ketahui.
Tidak terasa beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Shafar, yaitu bulan kedua dalam kalender Hijriah.
Jika dilihat secara etimologi, Shafar dalam bahasa Arab berarti kosong, kuning dan nama dari penyakit.
Sebagaimana keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan tersebut.
Sepi dalam arti sepi atau kosongnya rumah-rumah mereka karena orang-orang keluar meninggalkan rumah untuk perang dan bepergian.
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada penyakit menular (yang berlaku tanpa izin Allah), tidak ada buruk sangka pada sesuatu kejadian, tidak ada kemalangan pada burung hantu, tidak ada bala (bencana) pada bulan Safar (seperti yang dipercayai). (HR. Al-Bukhari &Muslim).
Ibnu Katsir menjelaskan:
Shafar dinamakan dengan nama tersebut karena sepinya rumah-rumah mereka, ketika mereka keluar untuk perang dan bepergian.
”Kata shafar juga diterjemahkan menjadi "siulan angin". Hal ini merujuk pada cuaca, karena shafar menjadi bulan yang paling berangin di sepanjang tahun.
BACA JUGA:5 Macam Sholat Sunnah yang Dilakukan Nabi, Bacaan Lengkap Serta Waku Mengamalkannya
MITOS BULAN SHAFAR
Pada masa jahiliyah, orang Arab beranggapan bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang tidak baik.
Bulan yang banyak bencana dan musibah, sehingga orang Arab pada masa itu menunda segala aktivitas pada bulan Shafar karena takut tertimpa bencana.
Begitu juga dalam amalan tradisi, banyak hitungan-hitungan yang digunakan untuk menentukan hari baik dan hari tidak baik, hari keberuntungan dan hari kesialan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


