Selain mempermudah administrasi, aplikasi All Indonesia juga memberi manfaat langsung bagi sektor kesehatan.
Kementerian Kesehatan dapat mendeteksi lebih cepat potensi masuknya penyakit menular melalui penumpang internasional. Jika ada indikasi, tindakan pencegahan bisa segera dilakukan di pintu masuk negara.
Tidak hanya itu, aplikasi ini juga mengatur deklarasi bagi penumpang yang membawa hewan, ikan, tumbuhan, atau produk turunannya. Dengan begitu, potensi penyebaran hama dan penyakit bisa dicegah, sekaligus menjaga ketahanan pangan serta melindungi perekonomian nasional.
BACA JUGA:Perbandingan Redmi Note 15R dan Redmi Note 15 Pro, Sebaiknya Beli yang Mana?
Indonesia Lebih Modern dan Ramah Wisatawan
Yuldi menegaskan, tujuan utama aplikasi ini adalah memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan mancanegara maupun WNI sejak mereka menginjakkan kaki di Tanah Air.
“Setiap data yang Anda masukkan menjadi kunci untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan integritas perbatasan kita. Jadi, aplikasi ini bukan hanya tentang kemudahan, tapi juga perlindungan bagi negara,” tegasnya.
Dengan sistem digital ini, Indonesia ingin menunjukkan wajah baru yang lebih modern, efisien, dan ramah bagi turis. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas layanan publik di Indonesia, terutama dalam sektor imigrasi dan perjalanan.
BACA JUGA:2 Hp Teranyar Xiaomi Mana yang Lebih Canggih Redmi Note 15R Vs Redmi Note 15?
Apa yang Harus Dilakukan Penumpang?
Bagi kamu yang akan melakukan perjalanan internasional ke Indonesia, berikut beberapa hal penting yang wajib diperhatikan:
1. Unduh aplikasi All Indonesia di ponsel (tersedia di Android dan iOS).
2. Isi formulir kedatangan maksimal H-3 sebelum keberangkatan ke Indonesia.
3. Pastikan semua data terkait imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina diisi dengan benar.
4. Bagi yang membawa hewan, ikan, tumbuhan, atau produk turunannya, wajib mendeklarasikan di aplikasi.
5. Tunjukkan bukti pengisian saat tiba di bandara atau pelabuhan internasional.