Selain itu mobil bekas yang lebih tua sering kali memiliki premi asuransi lebih tinggi karena risiko kerusakan lebih besar. Beberapa perusahaan asuransi bahkan membatasi pertanggungan untuk mobil dengan usia tertentu.
BACA JUGA:Simulasi Kredit Mobil Toyota Avanza 1.5 G CVT, Pilihan Tepat untuk Mobil Keluarga
4. Tenor kredit lebih pendek, beban cicilan lebih besar
Biasanya, kredit mobil bekas ditawarkan dengan tenor yang lebih pendek jika dibandingkan dengan kredit mobil baru. Ini dilakukan untuk meminimalkan risiko bagi lembaga pembiayaan karena nilai mobil bekas cepat menurun.
Contoh perbandingannya, jika kredit mobil baru dapat memiliki tenor hingga 7-8 tahun, sementara mobil bekas biasanya hanya ditawarkan maksimal 3-5 tahun. Dengan tenor yang pendek, tentu saja cicilan bulanannya juga akan menjadi lebih besar, sehingga beban finansial kamu akan meningkat.
5. Risiko riwayat mobil bekas
Salah satu tantangan utama membeli mobil bekas adalah tidak semua riwayat kendaraan tercatat dengan jelas. Hal ini mencangkup juga jika ada kemungkinan mobil pernah mengalami kerusakan berat, kecelakaan, atau manipulasi odometer.
Jika mobil memiliki riwayat negatif, maka kamu tetap harus menanggung konsekuensinya sendiri, baik dalam bentuk biaya perbaikan lebih besar maupun nilai jual kembali yang rendah.
Karena itu pastikan untuk memeriksa riwayat kendaraan dengan cermat atau membeli dari dealer terpercaya untuk meminimalkan risiko ini.
Bagaimana, masih berminat kredit mobil bekas atau lebih baik mencicil mobil baru? Semoga artikel ini bisa membantu, ya!
Putri Nurhidayati