Momen pertemuan dari kedua mempelai inilah yang nantinya akan menjadi puncak dari ritual mappasikarawa.
Pertama-tama, pasangan mempelai akan melakukan sentuhan pertama dengan status yang sah sebagai suami istri, sentuhan lembut itu dimulai dari area pundak yang menyimbolkan kesetaraan dalam biduk rumah tangga, kemudian diteruskan ke area ubun-ubun, dada, atau perut.
Setelah itu, kedua mempelai akan dipakaikan sarung yang telah dijahit dengan maksud agar kehidupan pernikahan mereka senantiasa terjaga.
11. Mapparola
Mapparola adalah kunjungan balasan dari mempelai wanita ke kediaman mempelai laki-laki seraya membawa sarung tenun sebagai bentuk hadiah pernikahan bersama iring-iringannya.
12. Ziarah dan Massita Beseng
Prosesi terakhir adalah ziarah ke makam leluhur. Prosesi ini umumnya dilakukan oleh pasangan pengantin satu hari setelah berakhirnya upacara pernikahan.
Ini adalah bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang lebih dulu. Rangkaian prosesi pernikahan adat Bugis kemudian ditutup dengan massita beseng yang merupakan pertemuan antar kedua keluarga pengantin untuk mempererat tali silaturahmi.
Putri Nurhidayati