Artinya, mappanre temme merupakan sebuah kebiasaan dari masyarakat Bugis yang selalu memberi apresiasi terhadap orang yang berhasil khatam Al-Qur'an dengan cara diberi makan.
Tradisi ini juga kerap dilakukan oleh calon pengantin tepat di sore hari sebelum hari pernikahan tiba dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an langsung dari calon pengantin.
7. Mappacci
Setelah mappanre temme selesai dilaksanakan, ketika malam hari terdapat prosesi yang disebut mappacci yang memiliki makna bahwa kedua calon pengantin perlu disucikan jiwa dan raganya dari segala keburukan yang pernah dilakukan.
Mappacci diawali dengan penjemputan kedua calon mempelai untuk kemudian dibawa ke atas pelaminan yang sudah dipenuhi oleh deretan perlengkapan ritual, mulai dari bantal, sarung, daun nangka, daun pisang, sepiring padi, lilin, daun pacci, dan bekkeng atau tempat logam.
Kemudian, setiap kerabat dan tamu yang hadir harus mengusapkan pacci ke telapak tangan calon pengantin. Para tamu undangan yang dipanggil untuk mengikuti mapacci biasanya datang dari keluarga dengan status sosial yang baik.
BACA JUGA:Estimasi Biaya Masuk SMP Anak 2026, Mulai dari Pendaftaran Hingga Uang Buku
8. Mappasili
Mappasili merupakan prosesi siraman yang dilakukan dalam pernikahan adat Bugis yang bertujuan untuk membersihkan diri calon pengantin sekaligus menolak bala dari segala malapetaka yang tidak diinginkan.
Air siraman mappasili diambil secara langsung melalui tujuh sumber mata air yang juga berisi tujuh macam bunga. Ada pula taburan koin yang dimasukkan ke dalam air mappasili.
Usai prosesi siraman, air tersebut kemudian akan diperebutkan oleh para tamu yang belum menikah. Sebagian orang Bugis percaya bahwa mereka yang berhasil mendapatkan koin akan dimudahkan jalannya untuk mendapatkan jodoh.
9. Mappenre Boting dan Madduppa Boting
Ini adalah prosesi pengantaran mempelai pria ke rumah sang mempelai wanita dengan iring-iringan tanpa kehadiran orang tua.
Terdapat pula ritual penyambutan kedatangan mempelai pria atau madduppa boting yang dilakukan oleh dua orang remaja perempuan dan laki-laki, wakil orang tua dari mempelai perempuan, dan seorang penebar wenno.
10. Mappasikarawa
Setelah akad nikah, sang mempelai pria akan dituntun untuk menuju kamar pribadi pengantin guna menemui istri yang telah dipinangnya yang diawali dengan proses mengetuk pintu sebagai bentuk permintaan izin untuk memasuki kamar.