Kesepian tersebut baru menyadarkan hati ayahnya. Dalam hatinya ayahnya berkata, “Tumben Gus tidak ada suara teriakanmu”. Ayahnya memanggil putranya tersebut tetapi tidak ada sahutan. Diulangi beberapa kali tetap tidak ada jawaban.
Muncul perasaan tidak enak, maka ayahnya menyuruh santri yang dari Pasuruan untuk mencari Gus Ud kecil itu. Akhirnya santri tersebut mencari Gus Ud kecil kemana-mana, namun tidak membuahkan hasil. Orang tuanya semakin khawatir sebab Gus Ud tidak kunjung ditemukan.
Akhirnya orang tuanya mengerahkan semua santri dan masyarakat sekitar untuk mencari Gus Ud. Konon pencarian tersebut sekitar kurang lebih 3 hari. Setelah sekian lama melakukan pencarian kemana saja Gus Ud tidak ditemukan, salah seorang santri yang merasa kelelahan akhirnya berniat mandi di kamar mandi.
BACA JUGA:Kisah Karomah Dua Penghuni Surga, Maryam Ibu Nabi Isa dan Umar bin Khattab
Ia berharap dengan mandi rasa lelahnya akan hilang. Si santri tersebut masuk ke kamar mandi dan mengguyur badannya dengan air, lalu menggosoknya dengan sabun.
Pada saat ia memakai sabun matanya tertuju pada sebuah benda di kamar mandi. Rasanya ada pemandangan yang ganjil di dalam kolam kamar mandi. Seperti ada ikan yang besar di dalam kolam tersebut. Sesekali bergerak pelan, lalu diam lagi.
Dia dekati pandangannya ke air kolam tersebut dan memang benar ada sesuatu yang besar terbungkus kain sarung.
Spontan saja si santri merasa ketakutan dan berlari keluar kamar mandi tanpa memakai baju. Setelah ia memakai baju langsung lapor kepada Kyainya yang tidak lain adalah ayahnya Gus Ud.