SELUMA, RBTVCamkoha.com - Pemerintah Kabupaten Seluma menunjukkan taji dalam perang melawan tengkes. Memasuki pertengahan tahun 2026, daerah ini tidak lagi sekadar menargetkan penurunan angka, melainkan membidik target besar yakni mencegah lahirnya kasus stunting baru (new zero stunting).
Komitmen ini bukan tanpa modal. Seluma mencatatkan rekam jejak impresif dalam memotong mata rantai stunting.
Berdasarkan data historis Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), angka prevalensi stunting di wilayah ini berhasil dipangkas habis dari semula 40% pada tahun 2020, anjlok ke 24,4% di tahun 2021, dan terus ditekan hingga menyentuh 22,1% pada tahun 2022.
Demi menjaga tren positif tersebut di tahun 2026, strategi jemput bola langsung digalakkan ke akar rumput. Wakil Bupati Seluma, Gustianto selaku Ketua TPPS turun langsung memimpin audit stunting ke desa-desa, salah satunya membongkar akar masalah kesehatan di Desa Talang Rami.
"Penurunan angka stunting ini bukan sekadar mengejar target angka atau pemenuhan data di atas kertas, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak kesehatan dan masa depan anak-anak kita di Kabupaten Seluma," tegas Wakil Bupati Seluma dengan lugas.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan memotong angka stunting hingga pertengahan tahun 2026 ini merupakan hasil kerja keras kolektif. "Ini adalah buah dari sinergi, komitmen, dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, tenaga kesehatan, kader di desa, hingga kesadaran masyarakat itu sendiri," lanjutnya.
Di lini lapangan, Dinas Kesehatan beserta jajaran Pemkab Seluma gencar melakukan verifikasi data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) secara humanis. Wilayah padat seperti Kecamatan Sukaraja dan Air Periukan menjadi sasaran utama pemutakhiran data secara berkala ini.
Langkah taktis ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, data KRS yang valid menjadi modal utama bagi lintas sektor untuk mengunci target intervensi agar tepat sasaran.
"Data yang valid adalah kunci utama agar intervensi gizi, edukasi pernikahan, maupun perbaikan sanitasi lingkungan bisa tepat sasaran. Kita harus memastikan tidak ada lagi anak-anak di Seluma yang lahir atau tumbuh dalam kondisi stunting demi menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing," pungkas Wakil Bupati.
Saat ini, data yang telah divalidasi tersebut langsung dieksekusi menjadi berbagai program nyata di lapangan. Mulai dari edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil, pasokan nutrisi berkala untuk balita, kampanye usia ideal pernikahan bagi generasi muda, hingga program bedah rumah tidak layak huni guna memperbaiki kualitas sanitasi lingkungan masyarakat.
(Hari Adiyono)