BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Menjawab isu anggaran yang menguap seperti tahun-tahun sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu menjawab isu dengan menjalankan pembinaan atlet jangkah panjang untuk prestasi bumi merah putih.
Meski sebelumnya di isukan berjudi dengan waktu, namun perlahan program pembinaan jangka panjang ini terjawab dengan torehan prestasi diberbagai cabang olahraga (Cabor) yang berhasil meraih medali Emas, Perak serta Perunggu dan bisa mengharumkan nama provinsi yang menjadi tanah kelahiran Ibu penjahit sang saka Merah Putih.
Sebelumnya, pada Awal Juli 2026, KONI mengirimkan atlet binaannya dari Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) mengikuti Kejuaraan VIP Boxing di Lampung dengan perolehan tiga medali emas.
Sementara Cabor Taekwondo ikut sumbang medali, angkat berat pun demikian, boyong tiga medali, satu perak dan dua perunggu.
"Alhamdulillah Cabor Pertina dapat tiga medali emas di kejuaraan di Lampung. Cabor lain juga dapat medali, dari taekwondo Alhamdulillah dapat medali juga. Dari angkat berat satu perak dan dua perunggu. Kemarin kita juga kirim atlet Perbakin untuk mengikuti kejuaraan, InsyaAllah mereka masih berjuang untuk meraih prestasi," kata Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu Dali Sukma, Selasa (25/8).
Dan diawal terbentuknya kepengurusan dibawah nahkoda baru Teuku Zulkarnain tepatnya diakhir tahun 2025, KONI mengikutsertakan lima cabor di PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi langkah awal kebangkitan olahraga Bengkulu yang kini memiliki nafas baru.
"Tahun 2025 akhir KONI kirim atlet kita beberapa cabor, ada lima cabor untuk mengikuti PON Bela Diri, Alhamdulillah kita dapat 5 medali perunggu saat itu," tambah Dali Sukma.
BACA JUGA:Gotong Royong Bareng Polres Seluma, Jembatan Penghubung di Ulu Talo Selesai Diperbaiki
Sementara itu ketua umum KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain mengatakan bahwa Kepengurusan baru KONI Provinsi Bengkulu sadar betul bahwa pembenahan dari hulu ke hilir harus dilakukan. Mulai dari tata kelola organisasi, transparansi anggaran, hingga pola pembinaan yang sering kali lebih berorientasi pada event daripada prestasi jangka panjang.
Program Pembinaan Atlet Jangka Panjang hadir sebagai solusi yakni dengan melakukan pembinaan diseluruh Cabor untuk terus melakukan inovasi baik terhadap atlet maupun menjaga atlet Bengkulu dari caplokan Provinsi lain.
"Bengkulu tidak kekurangan atlet bagus, tapi selama ini kurang bahkan tidak sama sekali mendapatkan pembinaan yang benar-benar terprogram," kata Teuku Zulkarnain.
Tak sekadar uang pembinaan semata, Pria asli Aceh ini mengatakan bahwa aspek-aspek lain pun jadi perhatian mulai dari program pelatihan, pemenuhan gizi, perlindungan sosial, hingga reward semua disiapkan.
"Kami yakin dengan tekad yang sama dan demi nama Bengkulu maka dengan program berkelanjutan ini atlet yang masuk Program Pembinaan Atlet tidak asal-asalan dan prestasi akan mengikuti terlebih dalam menatap PON NTT-NTB kedepan," tegasnya.
Menata ulang sistem manajemen olahraga berbasis data dan kinerja, menjadikan KONI sebagai rumah besar semua cabang olahraga, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak hingga Program Pembinaan Atlet Jangka Panjang yang terstruktur dan masif, semua itu dilakukan demi mengakhiri stagnasi prestasi.