Tidak harus setiap hari menyediakan waktu berjam-jam untuk anak, kadang beberapa menit menemani anak makan, berjalan, bermain, atau sekadar duduk bersama tanpa sibuk dengan ponsel sudah cukup berarti.
Ketika anak mulai berani menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi, jangan menjadikannya bahan cerita kepada orang lain.
Juga kurangi nada tinggi, pertanyaan yang terasa seperti interogasi, atau kalimat yang membuat anak merasa disudutkan.
BACA JUGA:Telur Gulung, Jajanan Legendaris Anak Sekolah yang Menolak Punah
Menjadi orangtua yang bijaksana bukan berarti harus selalu tenang dan tidak pernah salah dalam mendidik, yang penting adalah mau belajar dan ingin memperbaiki cara berkomunikasi.
Karena bagi anak, orang tua yang mau mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi bisa menjadi tempat pulang yang sangat berarti.
Hafidzah