*optimis
*apatis
*mudah tersinggung
*melankolik
Hasil survei penilaian itu di antaranya:
* Golongan darah O: orang yang apatis (santai/damai).
* Golongan darah A: melankolis (mandiri, pemikir yang mendalam).
* Golongan darah B: orang yang optimis (suka bergaul dan aktif secara sosial).
Selanjutnya, pada 1970-an, seorang jurnalis Jepang bernama Masahiko Nomi membawa penelitian Furukawa ke penelitian lebih lanjut.
Nomi menerbitkan buku berjudul "Understanding Affinity by Blood Type" pada tahun 1971. Buku itu menjadi buku terlaris di Jepang.
Dalam buku tersebut, Nomi mengungkapkan bahwa seperempat dari perilaku dan kepribadian seseorang adalah hasil dari golongan darah mereka.
Kemudian, Nomi menerbitkan lebih banyak buku yang menawarkan saran dan prediksi untuk hidup berdasarkan golongan darah. Namun, hingga saat itu, studi tersebut hanya berupa teori.
Secara ilmiah, tidak ada penelitian yang menemukan korelasi antara golongan darah dan kepribadian seseorang. Mengapa teori itu masih diyakini?
BACA JUGA:Tidur Lelap Dijaga Malaikat, Lakukan 12 Adab Tidur Nabi Muhammad SAW Ini