Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
BACA JUGA:Kisah Nabi Sulaiman Dan Burung Hud Hud, Hingga Membuat Ratu Balqis dan Kaumnya Bersujud Masuk Islam
«مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ» قَالُوا: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا؟ قَالَ: أَبَيْتُ، قَالُوا: أَرْبَعُونَ شَهْرًا؟ قَالَ: أَبَيْتُ، قَالُوا: أَرْبَعُونَ سَنَةً؟ قَالَ: أَبَيْتُ
“(Jarak) antara dua tiupan adalah empat puluh.” Para sahabat bertanya,”Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” Mereka bertanya lagi,”Empat buluh bulan?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” Mereka bertanya lagi,”Empat puluh tahun?” Abu Hurairah menjawab,”Aku enggan.” (HR. Bukhari no. 4935)
Maksudnya, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu enggan untuk menegaskan atau memastikan apakah empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun. Akan tetapi yang pasti adalah bahwa jaraknya empat puluh.
Dikatakan juga bahwa jarak dua tiupan ini adalah di antara perkara yang tidak diketahui kecuali Allah Ta’ala.
BACA JUGA:Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 Paling Lambat Diumumkan Tanggal Segini, Ini Link dan Cara Ceknya
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan,
ومعناه امتنعت من تبيينه لأني لا أعلمه فلا أخوض فيه بالرأي
“Maksudnya, aku tidak bisa menjelaskan, karena aku tidak mengetahuinya. Maka aku tidak berbicara tentang hal itu hanya berdasarkan pendapat (logika).” (Fathul Baari, 11/370)
Diriwayatkan bahwa Malaikat Israfil membondong sangkakala itu di atas pinggang kanannya, sedangkan kepala sangkakala berada tepat di depan mulutnya.
Dari waktu ke waktu Malaikat Israfil selalu menanti kapan perintah dari Allah SWT itu datang. Ketika masa dunia telah mencapai tujuannya semakin dekat lah sangkakala itu ke wajah Malaikat Israfil.
Pada saat hari yang dijanjikan telah tiba, Malaikat Israfil akan mengumpulkan keempat sayapnya dikenakannya. lantas Dia pun meniup sangkakala itu maka hancurlah semua yang ada di dunia.
BACA JUGA:Motor Listrik Honda EM1 e Rilis Tahun 2024, Cek Spesifikasi dan Harganya
Sementara itu dikutip dari YouTube Islam Populer, Senin (7/3/2022), Pro. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, menemukan sesuatu yang sangat mencengangkan, ia menyebut bahwa terompet sangkakala itu adalah bumi beserta seluruh alam semesta yang kita huni saat ini.
Penelitiannya sendiri, menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), menurut hasil observasinya terungkap jika alam semesta ternyata berbentuk seperti terompet.