BACA JUGA:Jangan Sampai Tertipu, Ini Daftar 537 Pinjol Ilegal Terbaru 2024 dari OJK
Pada tahun 1968, semua pertambangan yang ada di Indonesia yang berhubungan dengan bijih bauksit dijadikan satu dalam PT. Aneka Tambang atau Persero atau yang pada masa sekarang terkenal dengan nama PT. Aneka Tambang atau ANTAM.
Untuk mendapatkan bijih bauksit, pemerintah terus melakukan eksplorasi sampai pada tahun 2009.
Wilayah yang dijadikan sebagai lahan tambang bauksit kemudian dilakukan reklamasi. Reklamasi dilakukan di wilayah yang dulunya digunakan sebagai tambang dari bijih bauksit.
BACA JUGA:Jangan Biarkan 6 Hal yang Bisa Mengundang Aura Negatif ke Rumah, Apa Saja?
Itulah beberapa daerah penghasil bauksit di Indonesia. Hasil tambang bauksit di Indonesia sangat melimpah.
Sebagai informasi, usaha pertambangan dibagi menjadi beberapa kelompok diantaranya:
1. Golongan Tambang Mineral Radioaktif
Dalam golongan ini, yang termasuk antara lain radium, monasit, thorium, uranium beserta bahan galian radioaktif lainnya.
2. Golongan Tambang Mineral Logam
Sedangkan yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, kalsium, emas, perak, litium, kalium, berilium, timbal, tembaga, niobium, seng, neodymium, timah, nikel dan lain sebagainya.
BACA JUGA:Aura Negatif di Rumah Bisa Berbahaya, Hilangkan dengan Cara Ini dan Rezeki Jadi Lancar
3. Golongan Tambang Mineral Non-Logam
Selanjutnya ada golongan ketiga antara lain fire clay, batu kuarsa, semen, pirofilit, intan, kuarsit, belerang, korundum, gipsum, pasir dan masih banyak lagi.
4. Golongan Tambang Batuan
Yang termasuk dalam golongan ini antara lain kayu terkersikan, granodiorit, pasir laut, kerikil galian dari bukit, pumice, onik, batu gamping, tras, kerikil sungai dan segala pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam dan non-logam.