Simulasi Angsuran
Berikut contoh tabel simulasi KUR BRI untuk pinjaman Rp 50 juta, berikut ini:
Angsuran 12 bulan: Rp 4.302.500
Angsuran 24 bulan: Rp 2.213.600
Angsuran 36 bulan: Rp 1.517.500
Angsuran 48 bulan: Rp 1.169.300
Angsuran 60 bulan: Rp 960.400
BACA JUGA:Tertarik Gadai SK PNS di BJB? Penuhi 10 Syarat Pengajuan Ini, Dana Cair Tanpa Lama
Sementara itu, ada beberapa keuntungan serta kerugian pinjaman KUR BRI 2024 yang perlu kamu tahu seperti berikut ini:
Keuntungan pinjaman KUR BRI 2024
1. Suku Bunga Rendah
Salah satu keuntungan utama KUR BRI adalah suku bunga yang rendah dibandingkan produk pembiayaan lainnya. Ini membuat KUR BRI menjadi opsi yang terjangkau bagi UMKM untuk memperoleh modal kerja atau untuk investasi bisnis.
2. Plafon Pinjaman Fleksibel
KUR BRI 2024 menawarkan plafon pinjaman yang fleksibel, mulai dari jumlah kecil hingga besar, sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usaha. Hal ini memungkinkan UMKM dari berbagai skala untuk memanfaatkan fasilitas ini.
BACA JUGA:Baca Sholawat Ini 11 Kali Setelah Sholat Fardhu, Pelakunya Diganjar Rezeki yang Tidak Terputus
3. Proses Pengajuan yang Relatif Mudah
Dibandingkan dengan pinjaman komersial lainnya, proses pengajuan KUR BRI cenderung lebih mudah dan cepat.
BRI telah menyederhanakan persyaratan dokumen dan prosedur pengajuan untuk mempermudah akses UMKM terhadap pembiayaan.
4. Tidak Selalu Membutuhkan Agunan
Untuk pinjaman dengan jumlah tertentu, KUR BRI tidak selalu membutuhkan agunan. Hal ini sangat membantu bagi UMKM yang tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan.
BACA JUGA:Ngeri Bahaya Radiasi! Begini Cara Cek Radiasi Hp serta Tips Mengurangi Paparan Radiasi
Kelemahan KUR BRI 2024
1. Kapasitas Pinjaman Terbatas
Meskipun menawarkan plafon pinjaman yang fleksibel, jumlah maksimal pinjaman mungkin masih terbatas dibandingkan dengan kebutuhan sebenarnya dari beberapa usaha yang lebih besar atau yang membutuhkan investasi substansial.
2. Persyaratan Dokumen
Meskipun prosesnya relatif mudah, pengajuan KUR BRI tetap memerlukan berbagai dokumen usaha dan pribadi yang mungkin sulit dipenuhi oleh beberapa pelaku usaha, terutama bagi usaha baru yang belum memiliki laporan keuangan yang lengkap.