BENGKULU, RBTVCAMKOHA.COM – Masyarakat Indonesia perlu mewaspadai indeks ultraviolet (UV) sinar matahari di sejumlah wilayah Indonesia akan mencapai kategori 'ekstrem' pada pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Penjelasan Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko, seperti dikutip dari cnn Indonesia, pola harian UV ini dipengaruhi oleh posisi dan waktu pergerakan matahari, serta kondisi tutupan awan di suatu wilayah.
BACA JUGA:Izin SNI Tuntas, Usai Lebaran HD Water Mulai Dipasarkan
“Bulan April, posisi semu matahari masih ada di sekitar dekat ekuator, dan menunjukkan fase gerak semu ke utara hingga Juni nanti, yang berdampak penyinaran matahari lebih optimum ke wilayah Indonesia,” kata Hary.
Dalam grafik prediksi indeks UV sinar matahari per Rabu (12/4), terlihat paparan 'ekstrem' terjadi di daerah Indonesia Timur yang meliputi Papua dan Maluku pada pukul 09.00 WIB.
Kemudian pukul 10.00 WIB, paparan UV 'ekstrem' bergeser dan mencakupi Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Bali, beserta NTB dan NTT. Lalu pada pukul 11.00 WIB, paparan 'ekstrem' bertambah hingga ke seluruh provinsi Indonesia.
BACA JUGA:Lebaran di Bengkulu Tengah, Penjabat Bupati Heriyandi Roni Dijadwalkan Sholat Ied di Pendopo
Selanjutnya pada pukul 12.00 WIB, indeks UV dengan kategori 'ekstrem' masih menyelimuti seluruh gugusan pulau, kecuali wilayah Papua dan Maluku. Dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB, paparan UV 'esktrem' hanya terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera.
Pada pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB diprediksi sudah mulai aman lantaran indeks UV ada pada kategori high. Dan disusul kategori moderate hingga low pada pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.