Air yang berubah warna, misalnya menjadi kuning, cokelat, atau hijau, bisa menjadi tanda adanya kontaminasi. Warna abnormal ini sering kali disebabkan oleh keberadaan logam berat, sedimen, atau bahan organik.
BACA JUGA:Sabina Altynbekova, Pemain Baru di Proliga 2025, Berapa Gajinya?
3. Bau Tidak Sedap
Jika air sumur memiliki bau aneh atau tidak sedap—seperti bau busuk, amis, atau bau kimia—ini bisa menandakan adanya bahan kimia berbahaya atau kontaminasi mikroba.
4. Rasa Aneh
Air sumur seharusnya tidak memiliki rasa yang asing. Jika air terasa pahit, asin, atau memiliki rasa yang tidak biasa, ini bisa menjadi indikator bahwa air tersebut terkontaminasi.
5. pH Tidak Normal
Air sumur yang sehat biasanya memiliki pH antara 6,5 hingga 8,5. pH yang terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (alkalis) bisa berbahaya dan menunjukkan adanya kontaminasi.
6. Endapan atau Partikel
Adanya endapan, serpihan, atau partikel yang terlihat di dasar wadah air dapat menunjukkan pencemaran, baik dari kotoran organik maupun zat kimia.
7. Kondisi Lingkungan Sekitar
Jika sumur terletak dekat dengan area pembuangan limbah, pertanian yang menggunakan pestisida, atau lokasi lain yang berpotensi mencemari, air sumur mungkin terkontaminasi.
Jika Anda mencurigai bahwa air sumur yang Anda gunakan tidak sehat, sangat disarankan untuk melakukan pengujian di laboratorium untuk mendapatkan analisis yang akurat dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
BACA JUGA:Hati-hati! Ini 9 Efek Minum Air Es saat Cuaca Panas Bagi Kesehatan Tubuh
Masyarakat perlu memahami bahaya yang mungkin ditimbulkan dan cara-cara yang benar dalam menggunakan tawas.