BACA JUGA:Timbun BBM Subsidi, Rumah Bedengan di Pagar Dewa Kota Bengkulu Habis Terbakar
Pentingnya tindakan cepat menjadi jelas ketika melihat daftar lokasi tersebut. Banyak anak-anak di daerah ini yang menjadi korban keracunan, dan laporan tersebut menunjukkan bahwa konsumsi jajanan ini mungkin menjadi penyebab utama masalah kesehatan yang muncul.
"Pengujian laboratorium pada produk La Tiao menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Bacillus cereus," lanjut Taruna.
Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dengan menarik sementara 73 produk yang terdaftar di BPOM hingga dipastikan aman untuk beredar. "Kami tidak ingin mengambil risiko apapun dengan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," tegasnya.
BACA JUGA:Mantan Kadis Disperindag Kaur Titipkan Uang Rp150 Juta ke Tim Jaksa Penyidik Kejari Kaur
Empat Varian La Tiao yang Ditemukan Terinfeksi
Dalam pengujian yang dilakukan, terdapat empat varian La Tiao yang sudah terbukti mengandung bakteri berbahaya ini. Varian-varian tersebut adalah:
- C&J Candy Joy Latiao
- Luvmi Hot Spicy Latiao
- KK Boy Latiao
- Lianggui Latiao
"Kami sangat menyarankan agar jika anak Anda membawa camilan La Tiao dari luar negeri, sebaiknya buang saja. Jangan sekali-kali dikonsumsi, karena masih ada risiko keracunan seperti yang terjadi di tujuh lokasi KLB keracunan pangan," ungkap Taruna dalam konferensi pers yang diadakan pada 1 Oktober 2024.
BACA JUGA:Ternyata Ini Penyebab Oli Mesin Berkurang, Padahal Kolong Mesin Bersih Alias Tidak Bocor
Asal Usul dan Popularitas La Tiao
La Tiao bukanlah camilan yang baru muncul di pasaran. Camilan ini mulai populer di Indonesia sekitar tahun 90-an dan berasal dari Provinsi Henan, Tiongkok.
La Tiao memiliki bentuk stik yang panjang dan biasanya berwarna merah dengan rasa pedas yang menggugah selera. Dengan rasa gurih pedas yang membuat ketagihan, tidak mengherankan jika La Tiao menjadi viral dan banyak dicari oleh anak-anak dan orang dewasa.
BACA JUGA:Syarat dan Peluang Honorer Non Database untuk Diangkat PPPK 2024
Bahan dasar dari La Tiao sendiri terdiri dari tepung gandum, kinako (tepung kacang kedelai panggang), dan minyak cabai.
Ketiga bahan ini dicampurkan dengan air, garam, gula, penyedap rasa, serta bahan lainnya, sebelum akhirnya dipanaskan pada suhu tinggi. Meskipun terlihat alami, beberapa bahan tambahan ini harus dicermati oleh konsumen, terutama karena bisa berpotensi mengandung bahan kimia yang tidak sehat.