Selain itu, BPOM juga memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat untuk menjaga konsumsi pangan tetap aman. Berikut adalah beberapa tips yang disarankan oleh BPOM:
1. Memilih Pangan yang Aman dan Bermutu
Konsumen diimbau untuk selalu memilih pangan yang aman dan bermutu dengan memeriksa label dan informasi keamanan produk.
2. Menerapkan Cara Penyimpanan Pangan yang Baik
Pastikan untuk menyimpan pangan sesuai standar keamanan, misalnya menjaga suhu penyimpanan yang tepat, memisahkan pangan berdasarkan jenisnya, dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan untuk menghindari kontaminasi silang.
3. Mencuci Buah-Buahan Sebelum Dikonsumsi
Bagi buah-buahan yang biasanya dikonsumsi langsung tanpa dikupas, disarankan untuk mencuci buah terlebih dahulu dengan air bersih yang mengalir.
Untuk mengurangi risiko paparan residu pestisida, konsumen juga disarankan untuk mengupas kulit buah setelah dicuci.
Mengapa Pengawasan Keamanan Pangan Penting?
Pengawasan keamanan pangan menjadi penting terutama karena tingginya aktivitas perdagangan buah impor di Indonesia.
Banyak buah impor yang melalui berbagai jalur distribusi dan titik masuk, sehingga BPOM perlu memastikan bahwa setiap produk yang beredar di pasaran telah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.
BACA JUGA:Ngeri! Fenomena Likuifaksi di Mamuju Tengah, BPBD dan BMKG Angkat Suara
Di samping itu, pengawasan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah dampak buruk yang mungkin timbul akibat konsumsi pangan yang tercemar pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya.
Oleh karena itu, BPOM bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pengujian, pengawasan, serta edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konsumsi pangan yang aman.
Dengan hasil uji BPOM yang menunjukkan bahwa anggur muscat yang beredar di Indonesia aman dan bebas dari residu pestisida berbahaya, masyarakat dapat lebih tenang dalam mengonsumsi buah ini.