Polisi Bongkar Praktik Aborsi, Diduga Sudah Aborsikan 1.338 Janin, Pelakunya Dokter Gigi

Selasa 16-05-2023,00:09 WIB
Reporter : Tim liputan
Editor : Purnama Sakti

 

Hasilnya, IDI Bali menyatakan jika terduga pelaku bukan dokter kandungan tetapi dokter gigi.

 

"Yang bersangkutan adalah dokter gigi jadi tidak nyambung dengan profesinya. Dia dokter gigi tetapi belum terdaftar dalam IDI, tapi dia justru tidak melakukan praktik dokter giginya dan dia ilegal tidak memiliki izin," ujar Ranefli Dian Candra.

 

BACA JUGA:Benarkah Orang Miskin Lebih Dulu Masuk Surga Ketimbang Orang Kaya? Ini Penjelasannya

Dalam penyelidikan polisi terungkap jika terduga pelaku merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama pada 2006 lalu. Dia juga telah dihukum 2,5 tahun, Kemudian setelah bebas pada 2009, pelaku kembali dihukum dengan kasus yang sama selama 6 tahun penjara yang divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.

 

Pengakuan terduga pelaku, dia melakukan praktik aborsi sejak tahun 2020 dan sudah melakukan aborsi kepada 20 wanita. Dia memasang tarif Rp 3,8 juta untuk setiap pasiennya.

 

Sementara, barang bukti yang diamankan saat menangkap pelaku satu buah handphone, uang senilai Rp3,5 juta, buku catatan rekap pasien, satu alat USG, satu buah dry heat sterilizer plus ozon, satu set bed modifikasi dengan penopang kaki dan sprei, peralatan kuresa, obat bius, obat-obatan lain pasca aborsi.

 

Kemudian, dari tahun 2006 hingga 2023 pihak kepolisian menduga bahwa pelaku telah melakukan aborsi kepada 1.338 orang atau perempuan hamil.

 

"Itu dugaan kita ada sebanyak 1.338 orang (pasien terduga pelaku) dari dia buka awal praktik (tahun 2006-2023)," ujarnya.

 

Kategori :